makalah kapita selekta biologi kelompok 1..

Published on Oct 04, 2026

makalah kapita selekta biologi kelompok 1..

makalah kapita selekta biologi kelompok 1.. - PDF to Document

Published on Oct 04, 2026

Description:

MAKALAH KAPITA SELEKTA BIOLOGI SMP/SMA (Virus, Bakteri, Penyakit Infeksi) Dosen Pengampu : Nanang Nofriadi, M.Pd Disusun Oleh : Kelompok 1 1. Zahra Zami Amalia P. (207240001) 2. Sabila Khairunnisa (207240010) 3. Salatipah Husna Sinawa (207240017) PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2026KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita semua ke jalan kebenaran yang diridhoi Allah SWT. Tujuan kami membuat makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah yang bersangkutan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak sekali kekurangan baik cara penulisan maupun isi. Pembuatan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini saya menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami yang membuat dan umumnya bagi yang membaca makalah ini. Muaro Jambi, 25 September 2026 Penyusun3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................. i DAFTAR ISI............................................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 4 A. Latar Belakang .................................................................................................. 4 B. Rumusan Masalah............................................................................................. 5 C. Tujuan Penelitian .............................................................................................. 5 BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................... 6 A. Pengertian Virus dan Bakteri........................................................................... 6 B. Ciri – Ciri Virus dan Bakteri ........................................................................... 6 C. Penyakit yang disebabkan oleh Virus dan Bakteri ........................................ 8 D. Penyebaran Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh Virus dan Bakteri ...... 10 E. Mencegah dan Mengurangi Penyebaran Penyakit Infeksi Yang Disebabkan Oleh Virus Dan Bakteri .................................................... 11 BAB III PENUTUP ................................................................................................. 15 A. Kesimpulan ........................................................................................................ 15 B. Saran................................................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 164 A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Virus dan bakteri merupakan mikroorganisme yang memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Keduanya dapat ditemukan di berbagai lingkungan dan memiliki karakteristik yang berbeda. Bakteri merupakan organisme bersel satu yang dapat hidup dan berkembang biak secara mandiri dalam kondisi tertentu, sedangkan virus memiliki struktur yang lebih sederhana dan hanya dapat berkembang biak di dalam sel makhluk hidup yang menjadi inangnya. Meskipun tidak semua virus dan bakteri menyebabkan penyakit, beberapa di antaranya dapat menjadi penyebab berbagai penyakit infeksi pada manusia. Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi ketika mikroorganisme patogen masuk dan berkembang di dalam tubuh. Infeksi dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, termasuk virus dan bakteri. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain influenza, COVID-19, demam berdarah, dan hepatitis, sedangkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri antara lain tuberkulosis, tifus, dan infeksi saluran kemih. Penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan gejala yang berbeda, mulai dari gejala ringan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pengetahuan mengenai perbedaan virus dan bakteri sangat penting karena keduanya memiliki cara hidup, struktur, serta cara penanganan yang berbeda. Kesalahan dalam memahami penyebab penyakit infeksi dapat menyebabkan penggunaan obat yang tidak tepat. Misalnya, antibiotik digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri tertentu, tetapi tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik virus dan bakteri serta hubungannya dengan penyakit infeksi perlu ditingkatkan.5 Selain pengobatan, pencegahan juga menjadi bagian penting dalam mengurangi penyebaran penyakit infeksi. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mencuci tangan dengan benar, menerapkan pola hidup sehat, melakukan vaksinasi sesuai anjuran, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi. Berdasarkan hal tersebut, pembahasan mengenai virus, bakteri, dan penyakit infeksi penting dilakukan agar dapat memahami karakteristik keduanya serta mengetahui penyakit yang dapat ditimbulkan dan cara pencegahannya. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan virus dan bakteri? 2. Apa saja ciri- ciri dan perbedaan antara virus dan bakteri? 3. Bagaimana virus dan bakteri dapat menyebabkan penyakit infeksi pada manusia? 4. Apa saja contoh penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri? 5. Bagaimana cara mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui apa itu virus dan bakteri. 2. Untuk mengetahui ciri-ciri serta perbedaan antara virus dan bakteri. 3. Untuk memahami bagaimana virus dan bakteri dapat menyebabkan penyakit infeksi pada manusia. 4. Untuk mengetahui berbagai contoh penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri. 5. Untuk mengetahui berbagai upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit infeksi.6 BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Virus dan Bakteri a. Virus Virus adalah patogen subseluler dan merupakan intraseluler yang parasit obligat menginfeksi dan mengambil alih fungsi komponen sitoplasma sel inang untuk bereplikasi (Fields et al., 2013). Secara umum, virus diselubungi oleh pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikopropein, atau kombinasi ketiganya, yang disebut kapsid, serta mengandung genom asam nukleat DNA atau RNA (Fields et al., 2013). Sebagai parasit obligat intraseluler, virus sangat bergantung pada komponenkomponen biokimia sel eukariotik maupun prokariotik untuk menunjang proses replikasinya. Setelah berhasil masuk ke dalam sel, virus akan mengirimkan genomnya ke dalam sel inang untuk selanjutnya diekspresikan (transkripsi dan translasi) oleh sel inang untuk menjadi protein fungsional yang kemudian akan mendukung proses replikasi virus membentuk virion baru (Fields et al., 2013, Wagner et al., 2007). Partikel lengkap virus disebut virion. Genom yang dikandung oleh virion akan dibawa ke sel inang untuk diekspresikan sehingga virion umumnya berfungsi sebagai alat transportasi gen (Fields et al., 2013). Virion paling sederhana terdiri dari dua komponen dasar, yaitu: asam nukleat (RNA atau DNA beruntai tunggal atau ganda) dan komponen struktural penyusun lainnya seperti selubung (envelope) protein dan kapsid atau nukleokapsid yang berfungsi sebagai cangkang untuk melindungi genom virus dari ancaman lingkungan ekstraseluler (Fields et al., 2013, Wagner et al., 2007). Selubung ini pula yang bertanggung jawab dalam mekanisme infeksi sel inang oleh virus. Melalui interaksi ligan tertentu pada selubung virus dengan reseptor spesifik pada sel inang, virus akan7 melekatkan diri pada sel inang dan menembus membrane sel (Fields et al., 2013, Wagner et al., 2007). Walaupun memiliki bentuk dan ukuran yang beragam, virus memiliki komponen asam nukleat yang sederhana, hanya berupa DNA atau RNA (Wagner et al., 2007). Inilah yang kemudian digunakan menjadi dasar klasifikasi virus menurut sistem yang diusulkan oleh David Baltimore (Fields et al., 2013, Wagner et al., 2007). b. Bakteri Bakteri merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang tidak bisa dilihat oleh mata langsung dan jumlahnya paling banyak dibandingkan makhluk hidup lain. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup didarat, laut, udara dan tempat ekstrem. Bakteri termasuk prokaryotik, artinya tidak memiliki membrane inti, sehingga inti disebut nucleoid. Bakteri merupakan makhluk bersel tunggal atau uniseluler dan berukuran 0,5 - 1,0 µm. Ilmu yang mempelajari bakteri disebut bakteriologi. Makhluk hidup ini merupakan makhluk hidup sederhana, Dimana Sebagian spesies menunjukkan ciri hewan, namun spesies lain menunjukkan ciri tumbuhan. Bakteri memiliki tiga bentuk dasar, yaitu batang (bacil), ulat (coccus) dan spiral (vibrio). Bakteri bakteri ada yang bersifat menguntungkan misalnya bakteri Lactobacillus sp, Nitrosomonas, namun ada pula yang bersifat merugikan atau patogen seperti Salmonella, Mycobacterium. Selain itu, ditemukan pula bakteri yang sifatnya opportunistic, misalnya E.coli, Enterococcus spp. B. Ciri –Ciri Virus dan Bakteri a. Virus Secara umum, virus menunjukkan ciri-ciri sebagai makhluk hidup apabila berada di dalam sel inang dan menunjukkan ciri bukan sebagai makhluk hidup apabila berada di luar sel. Adapun ciri-ciri umum dari virus sebagai berikut: 1. Virus bersifat aseluler, yang berarti mereka tidak memiliki struktur sel seperti organisme hidup lainnya misalnya bakteri atau fungi.8 2. Virus tidak dapat bergerak, membelah diri, diendapkan dengan sentrifugasi biasa 3. Virus memiliki ukuran yang bervariasi tergantung pada jenisnya, dengan diameter berkisar antara 16 nm (circovirus) hingga lebih dari 300 nm Dengan kata lain, virus adalah partikel submikroskopis, yang berarti mereka terlalu kecil untuk dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa, yang mana ukurannya jauh lebih kecil dari ukuran bakteri dan ukuran sel manusia. Sebagai perbandingan, 1 nanometer (nm) setara dengan 1 miliar bagian dari 1 meter. b. Bakteri Secara umum, Bakteri adalah makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Bersifat mikroskopik, dengan diameter 0,5-1µ dengan panjang 1-20µ 2. Kosmopolit (dapat ditemukan di mana saja) 3. Uniseluler (bersel satu) 4. Prokariotik (tidak memiliki membran inti) 5. Reproduksi melalui pembelahan sel 6. Hidup berkoloni atau soliter 7. Ada yang bersifat autotrof (fotoutotrof), dan heterotrof (kemoautotrof) 8. Memiliki bentuk bulat (coccus), batang (basil) dan spiral 9. Mampu membentuk endospora jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan C. Penyakit yang disebabkan oleh Virus dan Bakteri Penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit1 . Penyakit yang disebabkan oleh virus masih menjadi salah satu masalah kesehatan karena dapat menular dengan mudah dan berisiko menyebabkan wabah. Oleh karena itu, edukasi kesehatan penting 1 Tria dkk, 2024. Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kedondong Bangkok (Spondias Dulcis Forts) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Pseudomonas Aeruginosa. Jurnal Kesehatan Republik Indonesia. Vol. 1 (09).9 dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mencegah serta menangani penyakit yang disebabkan oleh virus.2 a. Penyakit virus adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang sel tubuh manusia. Virus berkembang biak di dalam sel inang dan dapat merusak fungsi organ. Contoh penyakit virus antaralain influenza, campak, hepatitis, polio, dan COVID-19. Penanganan penyakit Virus meliputi pengobatan simptomatis, untuk meredakan gejala seperti demam dan nyeriPemberian antivirus, pada penyakit tertentu sesuai indikasi medisIstirahat dan nutrisi seimbang, untuk meningkatkan daya tahan tubuhIsolasi pasien, guna mencegah penularan. Peran edukasi kesehatan edukasi kesehatan bertujuan untuk:Meningkatkan pengetahuan tentang cara penularan virusMengajarkan pencegahan, seperti cuci tangan, penggunaan masker, dan vaksinasiMendorong perilaku hidup bersih dan sehatMeningkatkan kepatuhan terhadap pengobatanEdukasi dapat dilakukan melalui penyuluhan, media cetak, media sosial, dan tenaga kesehatan. b. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri merupakan kelompok infeksi yang cukup luas dan dapat menyerang berbagai organ tubuh. Bakteri masuk ke dalam tubuh melalui udara, makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak langsung dengan penderita, maupun melalui luka terbuka. Setelah masuk, bakteri dapat berkembang biak dengan cepat, menghasilkan racun (toksin), dan memicu peradangan yang menimbulkan gejala penyakit. Contoh penyakit akibat bakteri antara lain tuberkulosis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menular lewat udara, tifus yang disebabkan oleh Salmonella typhi melalui makanan atau 2 Melly Yani Syafitr dkk. 2026. EDUKASI PENANGANAN PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS. Jurnal Penelitian Medis Berkelanjutan. Vol 10 (2).10 minuman yang tidak higienis, serta pneumonia bakteri yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae. Selain itu, terdapat meningitis bakteri yang menyerang selaput otak, tetanus akibat Clostridium tetani yang masuk melalui luka, dan disentri basiler yang disebabkan oleh Shigella dengan gejala diare berdarah. Faktor risiko yang memperburuk penyebaran penyakit bakteri meliputi sanitasi lingkungan yang buruk, ventilasi ruangan yang tidak memadai, serta daya tahan tubuh yang lemah pada anak-anak, lansia, atau penderita penyakit kronis. Oleh karena itu, langkah pencegahan sangat penting, seperti menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, menggunakan masker di tempat ramai, melakukan vaksinasi untuk penyakit tertentu, serta merawat luka dengan benar agar tidak terinfeksi. Dengan memahami cara penyebaran dan pencegahannya, masyarakat dapat lebih waspada dan menekan angka kejadian penyakit menular akibat bakteri. D. Penyebaran Penyakit Infeksi yang disebabkan oleh Virus dan Bakteri Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Penyebaran infeksi virus seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi melalui vektor nyamuk Aedes aegypti, yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tropis dan kepadatan penduduk di perkotaan. Selain itu, penyakit pernapasan akibat virus seperti influenza dan COVID-19 menyebar melalui droplet dan kontak langsung, sehingga mudah menular di ruang-ruang publik yang padat (Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 2020). Sementara itu, penyakit infeksi bakteri seperti tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu beban kesehatan terbesar di Indonesia. TB ditularkan melalui udara ketika penderita batuk atau bersin, dan prevalensinya tinggi di daerah dengan sanitasi serta ventilasi yang buruk. Penyakit lain seperti diare