BAHAN AJAR XI ATPH.docx - PDF to Presentation
Published on Sep 07, 2026
Description:
MODULAGRIBISNIS TANAMAN BAUH
KELAS XI ATPH SEMESTER II
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
OLEH
YUNITAATONIS S.STBAB V
MELAKSANAKAN PENANAMAN TANAMAN BUAH SEMUSIM
A. Deskripsi
Kompetensi Dasar (KD) Melaksanakan Penanaman Tanaman Buah berisikan
uraian pokok materi; pemilihan bibit, pengangkutan dan penempatan bibit,
pengaturan jarak tanam, waktu tanam, pembuatan lubang tanam, cara menanam
bibit, penyulaman, dan pemberian jerami/seresah
B. Kegiatan Belajar
1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari mata pelajaran ini dan disediakan alat dan bahan
penanaman tanaman buah semusim peserta didik mampu
melaksanakanpenanaman tanaman buah semusim sesuai standar industri
tanaman buah
2. Uraian Materi
Pertumbuhan tanaman dalam budidaya tanaman dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya adalah faktor teknis. Faktor teknis ini dapat
memberikan pengaruh lebih besar khususnya dalam hal menanam bibit.
Menanam bibit merupakan salah satu kegiatan yang harus direncanakan
dengan matang. Apabila menanam bibit di lapangan direncanakan dengan
matang, maka akan memberikan pengaruh terhadap keberhasilan dalam
budidaya. Keberhasilan tersebut akan terlihat dalam laju pertumbuhan
tanaman, keseragaman tanaman, dan pemanenan.
Menanam bibit di lapangan dapat dilakukan apabila, lahan yang akan
ditanami sudah siap tanam, pemilihan bahan tanamnya harus selektif, untuk
itu dibutuhkan kecermatan dan ketepatan dalam memilih bahan tanam.Apabila menanam bahan tanam komoditas ini tidak dilakukan dengan selektif,
maka akan mengalami kerugian yang sangat besar karena berpengaruh
terhadap pertumbuhan tanaman dan buah.
a. Pemilihan Bibit
Keberhasilan dalam budidaya tanaman salah satunya ditentukan
oleh mutu bibit yang digunakan. Untuk mengelola agribisnis buah semusim
diperlukan bibit yang benar-benar baik dan bermutu yaitu: bibit segar dan
daun tidak rontok, batang utuh,serta bebas hama penyakit. Untuk
memperoleh tanaman tersebut, maka sebelum melakukan penanaman
perlu dilakukan pemilihan bibit terlebih dahulu.
Pemilihan bibit dilakukan seminggu sebelum bibit ditanam di
lapangan. Bibit yang mempunyai pertumbuhan sama dikumpulkan menjadi
satu.Bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan untuk tidak
ditanam.Hanya bibit yang memiliki pertumbuhan kekar dan subur yang
dipilih untuk ditanam.
Adapun kriteria bibit yang baik dan siap dipindahkan antara lain :
1) Pertumbuhannya sehat
2) Calon batangnya lurus, tidak patah
3) Berdaun antara 2-3 helai
4) Struktur perakarannya baik
5) Umur bibit antara 10-14 hari sesudah semai (HSS)Gambar 1 Bibit Semangka Siap Tanam.
b. Pengangkutan dan Penempatan Bibit
Pengangkutan bibit seringkali menjadi kendala yang utama, untuk
menjaga agar bibit tetap dalam kondisi baik dan siap tanam, maka
pengangkutan bibit dari lahan pesemaian ke areal pertanaman memerlukan
alat dan cara angkut yang baik dan benar agar bibit tetap segar. Metode
pengangkutan bibit yang sering dilakukan petani pada umumnya adalah
dengan cara dipikul atau digotong, pengangkutan cara ini hanya cocok
untuk jarak angkut dekat, apabila jarak angkut cukup jauh maka diperlukan
alat transportasi dan biaya yang besar dan waktu yang lama.
Salah satu metode alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam
pengangkutan atau pengiriman bibit jarak jauh dan dalam jumlah besar
adalah dengan menggunakan rak, sedangkan untuk jarak dekat gunakan
nampan – nampan kecil di sesuiakan dengan kondisi bibit, rak sederhana
dibuat dari bambu dan dipasang didalam bak truk, bahan yang digunakan
harus bisa dipakai berulang-ulang dan mudah didapat dan dapat dibuat
oleh sebagian besar petani, dengan cara ini diharapkan bibit yang di angkut
tetap segar, terangkut lebih banyak sehingga biaya lebih murah.
Setelah bibit sampai dikebun segera dilakukan penempatan pada
bedengan dan disesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan jumlah lubang
tanam. Dalam menempatkan bibit di atas bedengan hendaknya ditaruh
dengan pelan-pelan, diusahakan tanah yang ada di dalam polybag jangan
sampai pecah dan posisinya tidur.
c. Pengaturan Jarak Tanam
Jarak tanam yang umumnya digunakan adalah sistem tunggal
80-100 cm x 300 cm (1 baris tanaman) untuk sistem ganda 80-100 x 6-7 m
( 2 baris tanaman). Untuk penanaman dengan turus/para-para jarak antar
lubang tanam 65-70 cm apabila penanaman satu baris di tengah dan 75-80cm apabila penanaman dua baris secara sigzag. Pola tanam pada tanamana
semangka sebaiknya dilakukan dengan sistem monokultur sehingga fungsi
mulsa plastik perak hitam dapat berfungsi maksimal.
Kerapatan penanaman mempunyai hubungan yang erat dengan
jumlah produksi dan luasan lahan tertentu. Kerapatan tanaman ini
tergantung dari jarak tanam yang dipergunakan. Jarak tanam yang
digunakan dalam penanaman biasanya tergantung pada kondisi iklim,
waktu tanam, dan lokasi kebun.
Selain itu pengaturan jarak tanam akan mempengaruhi jumlah
tanaman dalam luasan lahan. Jika jumlah tanaman sudah seimbang dengan
kondisi lahan, maka persaingan penguapan unsur hara, air, cahaya dan
udara akan terhindar, efesien penggunaan cahaya yang diperlukan tanaman
untuk proses fotosintesis. Kompetisi antara tanaman dalam mengguankan
air dan unsur hara serta tingkat produksi yang dicapai.
Pemilihan dan penggunaan jarak tanam yang tepat akan
memberikan hasil yang optimal. Dalam pemilihan dan penggunaan jarak
tanam dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1) Jenis tanaman yang akan ditanam
2) Tujuan produksi
3) Kesuburan tanah
4) Musim tanam
Jarak tanam yang dipilih dapat disiapkan pada akhir pengolahan
tanah setelah pemberian pupuk dasar atau setelah pemasangan mulsa atau
jarak tanam dapat disiapkan pada waktu besamaan dengan kegiatan
penanaman apabila tidak menggunakan mulsa plastik.
d. Waktu tanam
Waktu penanaman ditentukan berdasarkan keadaan cuaca, waktu
penanaman yang baik adalah pagi dan sore.Apabila penanamandilakukanpada pagi hari, bibit di beri penutup dari pelepah pisang. Hal inidilakukan
untuk menjaga tanaman tidak terlalu panas terkena sinar
matahari.Ketersedian air dan keadan cuaca sangat menentukan waktu
tanam yang tepat.Karena hal ini akan menentukan mati hidupnya suatu
tanaman setelah ditanam. Dengan laju transpirasi yang rendah akan
mempercepat pemulihan kerusakandan stres tanaman pada saat
dipindahkan. Keadaan tersebut akan tercapai padakeadaan cuaca seperti
suhu rendah, intensitas cahaya rendah, udara sejuk,tidak berangin dan
kelembaban tinggi. Atas pertimbangan diatas dan untukmemperoleh
kondisi tersebut, maka disarankan sebaiknya penanaman dilakukanpada
sore hari.Sebelum bibit ditanam harus disiram terlebih dahulu.Hal
inidimaksudkan agar tidak terjadi plasmolisa. Selain itu juga akan
lebihmemudahkan dalam melepaskan media dari pot/polybag dan akar
tanaman tidakmenjadi rusak/stres.
e. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam harus dibuat sebelum bibit dipindahkan ke lapangan,
mengingat tempat tanaman yang digunakan terletak pada suatu tempat
yang tertutup mulsa plastik, sehingga ada kemungkinan timbul gas-gas
akibat penguraian pupuk yang dapat meracuni tanaman bila lubang tanam
dibuat bersamaan dengan waktu penanaman.
Pembuatan lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam yang
ditentukan. Pembuatan lubang tanam yang menggunakan mulsa plastik
(dapat dilihat pada mata pelajaran pemasangan mulsa plastik)
Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal
supaya tanah siap ditanami bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾
tinggi bedengan
Kemudian tanah bagian bawahnya diambil agar terbentuk lubang
tanam yang besarnya sesuai dengan besar media tumbuh bibit yang
digunakan siap untuk mempermudah pekerjaan sebelum penggalianlubang tanam terlebih dahulu dilakukan penyiraman pada areal
penanaman.
Untuk pembuatan lubang tanam tanpa MPHP dilakukan setelah
bedengan terbentuk, dibuat lubang tanam. Jarak antarlubang tanamsama
dengan yang menggunakan MPHP 80-100 cm. Lubang tanam berupa
koakan dengan ukuran panjang 40 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 30 cm. Pada
saat lubang tanam terbentuk, segera diberi kapur pertanian sebanyak 50 g
per lubang atau 175 kg per hektar (semangka non-biji dan berbiji). Campur
secara merata, kemudian sirami dengan 2 gayung air agar kapur segera
bereaksi.
f. Cara Menanam Bibit
1) Menanam Bibit Semangka
Bibit yang akan ditanam diseleksi terlebih dahulu agar Bibit yang
dihasilkan benar-benar Bibit yang sehat bebas dari hama dan penyakit
langsung bibit dibawa kelahan. Cara penanamannya adalah media tanah
dipadatkan lebih dulu agar tidak pecah, batang bibit dijepit antara jari
telunjuk dan jari tengah. dibalik, kemudian plastik polibag ditarik
sehingga lepas dari media tanah. Bibit dimasukkan ke dalam lubang
tanam yang telah disiapkan di lapangan. Kedalaman pembenaman bibit
dalam lubang tanam sebatas leher akar media semai. Jangan terlalu
dalam terkubur Kemudian celah-celah lubang tanam yang tersisa ditutup
dengan tanah sambil ditekan condong ke arah akar, sehingga akar dapat
berhubungan langsung dengan tanah. Agar tanah disekitar akar tanaman
menjadi kompak, sebaiknya media tanam segera disiram air setelah
selesai penanaman.
Cara penanaman bibit yang baik dan benar akan berpengaruh pada
tingkat keberhasilan bibit yang tumbuh dan berkembang di lapangan.Untuk mengurangi kerusakan akar-akar bibit pada waktu dipindahkan
sebaiknya bibit sebelum ditanam disiram air terlebih dahulu.
Gambar 2. Penanaman Bibit Semangka
Gambar 3. Hasil Penanaman Bibit Semangka2) Menanam Bibit Stroberi
Penanaman stroberi dilakukan pada sore hari agar tanaman
stroberi tidak mengalami stagnasi dan cuaca sore hari waktu yang tepat
untuk pelaksanaan penanaman sebab cuaca berangsur menjadi dingin
dan lembab.
Siram polybag berisi bibit dan keluarkan bibit bersama media
tanamnya denganhati-hati.Penanaman stroberi dilakukan tiap lubang
satu pohon dengan tujuan persaingan unsur hara tidak terlalu berat,
apabila dilakukan 2 pohon persaingan unsur hara akan lebih ketat maka
pertumbuhan tanaman stroberi akan terhambat dan kerdil.Setelah
tanaman stroberi dimasukan kedalam lubang tanam padatkan tanah
disekitar pangkal batang stroberi.Untuk tanaman tanpa mulsa, beri
pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupukanjuran (dosis anjuran 200
kg/ha Urea, 250 kg SP-36 dan 150 kg/ha KCl). Pupukdiberikan di dalam
lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman. Setelah dilakukan
penanaman maka lakukanlah penyiraman agar tanaman stroberi dalam
kondisi lembab.Gambar 4. Menanam Bibit Stroberi
g. Penyulaman
Penyulaman pada bibit yang ditanam di lapangan sebaiknya dilakukan
seawal mungkin. Jika di lapangan tanaman memperlihatkan tanda-tanda
tidak normal atau mati secepatnya tanaman diganti dengan bibit yang
sengaja dipersiapkan bersamaan pada waktu melakukan pembibitan.
Adapun perlunya dilakukan penyulaman untuk memenuhi jumlah tanaman
di lapangan sesuai dengan harapan.
Tiga hari setelah penanaman, bibit mulai beradaptasi dengan lingkungan
baru. Identifikasi dan catat jumlah bibit yang mengalami kelainan atau mati
karena serangan hama, penyakit, maupun terbakar karena menempel di
MPHP. Kemudian, siapkan bibit sulaman yang siap ditanam. Perbedaan
masa tanam antara tanaman sulaman dengan tanaman penanaman
pertama sebaiknya tidak lebih dari 10 hari. Tujuannya agar pertumbuhan
tanaman secara keseluruhan terlihat seragam.
h. Pemberian Jerami/seresah
Sebelum percabangan tanaman tumbuh melebar dan memanjang
sesegera lahan hamparan calon cabang dan calon tempat buah di beri alas