kelompok I

Published on Nov 01, 2026

kelompok I

kelompok I - Document to Flipbook

Published on Nov 01, 2026

Description:

Keluarga berencana (kb) Hormonal STIKes Raflesia KELOMPOK I Izzatul Jannah Azzahrah Siti Hajar Fadhillah revaliyani Aulia MaulanaKb Hormonal STIKes Raflesia 1 DEFINISI KB hormonal (Keluarga Berencana hormonal) adalah metode kontrasepsi yang menggunakan hormon sintetis, seperti hormon estrogen dan progestin atau progestin saja, untuk mencegah terjadinya kehamilan. Metode ini bekerja terutama dengan menghambat ovulasi (pelepasan sel telur), mengentalkan lendir serviks agar sperma sulit masuk ke rahim, serta mengubah kondisi lapisan rahim.jenis kb hormonal 2 PIL KB Kontrasepsi berbentuk tablet yang diminum secara teratur dan mengandung hormon estrogen dan progestin atau progestin saja. SUNTIK KB Kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan dan mengandung hormon untuk mencegah kehamilan. Suntik KB tersedia dalam jangka waktu 1 bulan atau 3 bulan, tergantung jenisnya. IUD HORMONAL Alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim dan melepaskan hormon progestin untuk membantu mencegah kehamilan. CINCIN VAGINA HHORMONAL Alat kontrasepsi berbentuk batang kecil yang dipasang di bawah kulit lengan dan melepaskan hormon secara bertahap untuk mencegah kehamilan. IMPLAN ATAU SUSUK KB Alat berbentuk cincin yang dimasukkan ke dalam vagina dan melepaskan hormon untuk mencegah kehamilan. Ketersediaannya bergantung pada negara dan fasilitas pelayanan kesehatan.STIKes Raflesia 3 Fisiologis KB Hormonal Fisiologis KB hormonal adalah proses kerja hormon kontrasepsi di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya kehamilan. KB hormonal bekerja dengan memengaruhi sistem reproduksi perempuan melalui beberapa mekanisme berikut. 2.Mengentalkan lendir serviks Hormon progestin membuat lendir pada leher rahim menjadi lebih kental sehingga sperma lebih sulit melewati serviks untuk mencapai sel telur. 1.Menghambat ovulasi Hormon kontrasepsi menekan pelepasan hormon FSH dan LH yang berperan dalam pematangan serta pelepasan sel telur dari ovarium. Akibatnya, ovulasi dapat dicegah sehingga tidak tersedia sel telur untuk dibuahi. 3.Mengubah kondisi endometrium Hormon kontrasepsi dapat memengaruhi lapisan dalam rahim (endometrium), sehingga perubahan ketebalan dan karakteristiknya dapat terjadi. 4.Memengaruhi pergerakan sperma dan sel telur Perubahan lendir serviks serta lingkungan saluran reproduksi dapat menghambat perjalanan sperma menuju sel telurJenis KB Hormonal Efektivitas penggunaan sehari-hari Implan Lebih dari 99% IUD hormonal Lebih dari 99% Suntik KB Sekitar 94–96% Pil KB Sekitar 91–93% Cincin vagina hormonal Sekitar 91–93% Tingkat Efektivitas Berdasarkan Jenis KB Hormonal STIKes Raflesia 4AKIBAT dan efek samping KB HORMONAL STIKes Raflesia 6 Efek Samping yang Dapat Terjadi Perubahan menstruasi: menstruasi tidak teratur, bercak darah, atau tidak menstruasi. Mual dan sakit kepala: dapat terjadi terutama pada awal penggunaan. Perubahan suasana hati: sebagian pengguna mengalami perubahan emosi. Nyeri payudara: dapat muncul akibat perubahan hormonal. Perubahan berat badan: dapat terjadi pada sebagian pengguna, terutama pengguna suntik KB tertentu. Perubahan kondisi kulit: dapat berupa munculnya jerawat atau perbaikan jerawat. Ingat! Setiap metode KB memiliki kelebihan dan efek samping yang berbeda. Pilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatanmu.kelompok 1 Izzatul Jannah azzahrah Revaliyani Aulia Maulana Siti Hajar Fadhillah