Artikel Jurnal Semantik Revisi Kel 1

Published on Sep 07, 2026

Artikel Jurnal Semantik Revisi Kel 1

Artikel Jurnal Semantik Revisi Kel 1 - PDF to Document

Published on Sep 07, 2026

Description:

Page | 1 MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF DALAM LIRIK LAGU “HATI-HATI DI JALAN” KARYA TULUS Itsna Nuroniah Hasanah, Suci Naila Sahlu, Zahira Addiniah 1Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, 1Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, 1Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, *Correspondence e-mail:[email protected], [email protected], [email protected] INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Riwayat Artikel: Received: Accepted: Published: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menjelaskan makna denotatif dan konotatif yang terdapat dalam lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” karya Tulus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semantik, melalui data berupa kutipan lirik lagu yang dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut memuat dua jenis makna, yaitu makna denotatif sebagai makna langsung dan makna konotatif sebagai makna yang berkaitan dengan aspek emosional dan simbolik. Makna konotatif lebih dominan, terutama melalui penggunaan metafora seperti”asam dan garam” serta “perjalanan” yang menggambarkan dinamika hubungan dan kehidupan. Selain itu, ungkapan “hati-hati di jalan” tidak hanya bermakna sebagai imbauan literal, tetapi juga mencerminkan bentuk kepedulian dalam situasi perpisahan. Dengan demikian, lirik lagu ini tidak hanya menyampaikan makna secara eksplisit, tetapi juga membuka ruang penafsiran yang lebih luas melalui makna konotatif yang bersifat kontekstual. Kata kunci: Makna denotatif, makna konotatif, lirik lagu, analisis semantik, metafora © 2026 The Authors. Published by Jurnal Bastra. This is an open access article under the CC BY license https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/)Page | 2 PENDAHULUAN Bahasa merupakan sarana utama dalam komunikasi manusia untuk menyampaikan gagasan, perasaan, serta pengalaman kepada orang lain. Melalui bahasa, manusia tidak hanya membangun komunikasi, tetapi juga merepresentasikan realitas sosial dan budaya yang mereka alami. Dalam konteks sastra, bahasa memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan dengan bahasa komunikasi sehari-hari. Bahasa dalam karya sastra sering dimanfaatkan secara kreatif sehingga mampu menghadirkan berbagai lapisan makna, baik yang bersifat langsung maupun bersifat implisit. Oleh karena itu, kajian terhadap penggunaan bahasa dalam karya sastra menjadi penting dalam bidang bahasa dan sastra, terutama untuk memahami bagaimana makna dibangun dan disampaikan kepada pembaca atau pendengar. Salah satu bentuk karya sastra yang banyak memanfaatkan kekuatan bahasa adalah lirik lagu. Lirik lagu merupakan ekspresi artistik yang memadukan unsur bahasa dan musik untuk menyampaikan gagasan, pengalaman emosional, serta refleksi kehidupan yang dialami oleh pencipta lagu. Dalam lirik lagu, pemilihan kata, penggunaan bahasa, serta susunan ungkapan tertentu memiliki peran penting dalam membangung makna. Hal tersebut membuat lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap komposisi musik, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan yang dapat dipahami dan diinterpretasikan oleh pendengar. Dengan demikian, lirik lagu dapat dipandang sebagai teks sastra yang memiliki potensi untuk dianalisis secara linguistik maupun sastra, khususnya dalam kajian makna bahasa. Makna merupakan unsur penting dalam kajian semantik yang berhubungan dengan bagaimana suatu kata, frasa, atau kalimat dipahami oleh penutur bahasa. Menurut Chaer (2014), semantik merupakan cabang linguistik yang mempelajari makna yang terkandung dalam bahasa. Dalam kajian semantik, makna bahasa dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis, salah satunya adalah makna denotatif dan makna konotatif. Makna denotatif merupakan makna dasar atau makna sebenarnya dari suatu kata yang merujuk secara langsung pada objek atau konsep tertentu. Sementara itu, makna konotatif merupakan makna tambahan yang muncul karena adanya asosiasi emosional, nilai rasa, maupun pengalaman budaya yang melekat pada suatu kata (Keraf, 2009). Perbedaan kedua jenis makna tersebut menunjukan bahwa suatu kata tidak selalu memiliki satu makna tunggal, tetapi juga menghadirkan berbagai kemungkinan interpretasi pada konteks penggunaannya. Penggunaan makna denotatif dan konotatif sering ditemukan dalam karya sastra, termasuk dalam lirik lagu. Pencipta lagu sering memanfaatkan kata-kata yang memiliki makna ganda atau makna tambahan untuk memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan. Page | 3 Melalui penggunaan bahasa yang demikian, lirik lagu mampu menghadirkan pengalaman estetis sekaligus menyampaikan pesan yang lebih mendalam kepada pendengar. Oleh karena itu, analisis terhadap makna dalam lirik lagu menjadi penting untuk memahami pesan, emosi, serta nilai yang terkandung dalam karya tersebut. Salah satu lagu yang menarik untuk dikaji dari sudut pandang makna adalah lagu “HatiHati di Jalan” yang dipopulerkan oleh Tulus. Lagu ini mengangkat tema perpisahan dua individu yang pernah memiliki hubungan emosional, tetapi pada akhirnya harus menerima kenyataan untuk berpisah dan melanjutkan kehidupan masing-masing. Tema perpisahan yang diangkat dalam lagu tersebut disampaikan melalui pilihan kata yang sederhana, namun mampu menghadirkan nuansa emosional yang kuat. Beberapa ungkapan dalam lirik lagu ini tidak hanya mengandung makna literal, tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam melalui asosiasi perasaan dan pengalaman yang dapat dirasakan oleh pendengar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap makna dalam lirik lagu tersebut tidak hanya dapat dilakukan melalui arti secara harfiah, tetapi juga perlu mempertimbangkan makna yang muncul melalui interpretasi kontekstual. Penelitian mengenai analisis makna dalam lirik lagu telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Beberapa penelitian menunjukan bahwa lirik lagu sebagai bentuk teks sastra populer memiliki potensi besar untuk dianalisis dari perspektif semantik karena mengandung berbagai bentuk ekspresi bahasa yang kreatif. Namun demikian, sebagian besar peneliti sebelumnya lebih banyak menitikberatkan pada analisis gaya bahasa, metafora, atau pesan moral dalam lirik lagu. Kajian yang secara khusus mengkaji makna denotatif dan konotatif dalam lagu-lagu populer indonesia masih relatif terbatas, terutama pada lagu “HatiHati di Jalan”. Kajian ini tidak hanya mengidentifikasi jenis makna yang muncul dalam lirik lagu, tetapi juga menjelaskan bagaimana makna tersebut berfungsi dalam membangun pesan emosional yang disampaikan oleh pencipta lagu. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian semantik dalam bidang bahasa dan sastra, khususnya dalam analisis makna pada teks lirik lagu sebagai salah satu bentuk karya sastra populer. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif dan makna konotatif yang terdapat dalam lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” yang dipopulerkan oleh Tulus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian semantik dalam bidang bahasa dan sastra, khususnya dalam memahami hubungan antara bahasa, makna, dan Page | 4 ekspresi emosional dalam lirik lagu. Sementara itu, secara praktis penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, maupun pembaca yang memiliki minat terhadap kajian bahasa dan sastra dalam memahami makna yang terkandung dalam karya musik secara lebih mendalam. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semantik. Pendekatan ini digunakan karena penelitian berfokus pada upaya memahami dan mendeskripsikan makna yang terkandung dalam lirik lagu melalui penafsiran terhadap penggunaan bahasa secara kontekstual. Landasan analisis merujuk pada teori semantik yang dikemukakan oleh Chaer (2014), yang memandang makna sebagai unsur utama dalam kajian bahasa. Selain itu, konsep makna denotatif dan konotatif dalam penelitian ini mengacu pada Keraf (2009), yang membedakan makna berdasarkan sifatnya, yaitu makna denotatif sebagai makna literal dan makna konotatif sebagai makna yang dipengaruhi oleh nilai rasa, pengalaman, dan konteks. Teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar dalam mengidentifikasi serta menafsirkan makna yang terdapat dalam lirik lagu, khususnya dalam membedakan makna langsung dan makna kias yang muncul dalam konteks penggunaan bahasa. Untuk memperkuat analisis, penelitian ini juga didukung oleh kajian semantik dalam penelitian terdahulu, seperti Widyastuti (2020) yang membahas makna dalam lirik populer, serta Nugroho (2023) yang menekankan peran aspek emosional dalam pembentukan makna konotatif. Dengan demikian, analisis dalam penelitian ini tidak hanya bertumpu pada teori dasar, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan kajian semantik dalam penelitian terbaru. Objek penelitian ini berupa satuan lingual yang meliputi kata, frasa, dan kalimat dalam lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” karya Tulus yang mengandung makna denotatif dan makna konotatif. Data penelitian berupa kutipan lirik lagu yang dipilih berdasarkan relevansinya dengan fokus penelitian. Sumber data diperoleh dari teks lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” karya Tulus yang diakses melalui YouTube, yang digunakan sebagai rujukan utama teks lirik dalam analisis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sebagai instrumen utama (human instrument) yang berperan dalam proses pengumpulan dan analisis data (Sugiyono, 2017), untuk menunjang proses analisis, digunakan lembar klasifikasi data guna mengelompokkan data berdasarkan kategori makna.Page | 5 Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan teknik catat. Teknik simak dilakukan dengan membaca secara cermat lirik lagu untuk mengidentifikasi satuan lingual yang mengandung makna denotatif dan konotatif. Selanjutnya, teknik catat dilakukan dengan mencatat satuan lingual yang mengandung makna denotatif dan konotatif (Mahsun, 2014). Analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) membaca dan memahami teks lirik lagu secara menyeluruh, (2) mengidentifikasi satuan lingual yang mengandung makna denotatif dan konotatif, (3) mengklasifikasikan data berdasarkan jenis makna, (4) menganalisis makna denotatif berdasarkan makna leksikal atau makna sebenarnya (Chaer, 2014), (5) menganalisis makna konotatif dengan memperhatikan konteks, asosiasi makna, dan nilai rasa berdasarkan Keraf (2009) serta didukung oleh penelitian relevan (Widyastuti, 2020; Nugroho, 2023), dan (6) menarik simpulan dari hasil analisis. Keabsahan data dalam penelitian ini dijaga melalui teknik triangulasi teori, yaitu dengan membandingkan hasil analisis berdasarkan beberapa sumber teoritis yang relevan. Selain itu, dilakukan ketekunan pengamatan melalui pembacaan dan analisis data secara berulang untuk memastikan konsistensi dan kedalaman hasil penelitian. Hasil analisis disajikan secara deskriptif dalam bentuk uraian sistematis untuk menjelaskan penggunaan makna denotatif dan konotatif dalam lirik lagu serta perannya dalam membangun pesan yang disampaikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis terhadap lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” karya Tulus, ditemukan bahwa lirik tersebut memuat dua jenis makna, yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Kedua jenis makna ini saling berkaitan dalam membangun pesan lagu yang disampaikan dalam lagu. Makna denotatif berfungsi sebagai makna dasar atau makna literal, sedangkan makna konotatif memberikan makna tambahan yang berkaitan dengan nilai rasa, pengalaman, dan konteks penggunaan bahasa. Secara umum, makna konotatif lebih dominan dalam lirik lagu ini. Hal tersebut terlihat dari banyaknya penggunaan kata-kata yang tidak hanya dimaknai secara literal, tetapi juga memiliki makna simbolik, seperti “perjalanan”, “asam dan garam”, serta “jalan”. Penggunaan kata-kata tersebut menunjukkan bahwa lirik lagu tidak hanya menyampaikan makna secara langsung, tetapi juga mengandung pesan emosional yang mendalam. Dalam memperjelas hasil analisis, berikut disajikan klasifikasi data makna denotatif dan konotatif yang terdapat dalam lirik lagu.Page | 6 Tabel 1. Klasifikasi Makna Denotatif dan Konotatif dalam Lirik Lagu ”Hati-Hati di Jalan” No Kutipan Lirik Makna Denotatif Makna Konotatif 1. “Perjalanan membawamu bertemu denganku” Aktivitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain hingga terjadi pertemuan antara dua orang secara fisik Kehidupan atau proses waktu yang mempertemukan dua individu melalui takdir, tanpa direncanakan sebelumnya 2. “Ku kira kira kita asam dan garam dan kita bertemu di belanga” Dua bahan masakan berbeda (asam dan garam) yang berada dalam satu wadah (belanga) untuk diolah bersama Dua individu dengan karakter dan latar belakang berbeda yang dipersatukan dalam hubungan, serta mampu saling melengkapi dalam kehidupan 3. “Kukira kita akan bersama” Dugaan atau perkiraan bahwa dua orang akan tetap bersama dalam satu hubungan Harapan, keyakinan, atau ekspektasi emosional terhadap keberlanjutan hubungan yang diinginkan namun belum tentu terjadi 4. “Kau melanjutkan perjalananmu, ku melanjutkan perjalananku” Dua orang melanjutkan perjalanan masingPerpisahan yang terjadi dalam hubungan, serta Page | 7 masing secara terpisah keputusan untuk menjalani kehidupan masing-masing setelah tidak lagi bersama 5. “Hati-hati di jalan” Himbauan atau peringatan agar seseorang berhatihati saat bepergian di jalan Ungkapan kepedulian, kasih sayang, dan keikhlasan dalam perpisahan, yang menunjukkan masih adanya perasaan meskipun hubungan telah berakhir Berdasarkan pada Tabel 1, data yang telah diklasifikasikan menunjukkan bahwa lirik lagu “Hati-Hati di Jalan” mengandung makna denotatif dan konotatif yang saling berkaitan. Makna konotatif tampak lebih dominan karena banyak menggunakan simbol dan metafora yang merepresentasikan pengalaman emosional manusia. Hal ini sejalan dengan Widyastuti (2020) menyatakan bahwa lirik lagu populer mengandung makna semantik yang dipengaruhi oleh konteks emosional. selain itu, Wulandari (2021) menjelaskan bahwa makna denotatif bersifat literal, sedangkan makna konotatif muncul melalui interpretasi pendengar. Sari (2020) juga menambahkan bahwa metafora dalam lirik lagu digunakan untuk menggambarkan konsep abstrak seperti perjalanan hidup. Sejalan dengan itu Pratama (2021) menyatakan bahwa lirik lagu banyak merepresentasikan emosi manusia secara simbolik. Selain itu, Hidayat (2022) dan Lestari (2022) menyatakan bahwa makna dalam teks sastra modern tidak hanya dapat dipahami secara harfiah, tetapi juga secara kontekstual. Untuk memahami makna tersebut secara lebih mendalam, setiap kutipan lirik dianalisis dengan memperhatikan penggunaan kata serta konteks yang melatarbelakanginya.Page | 8 Uraian Hasil Analisis 1. “Perjalanan membawamu bertemu denganku” Pada lirik tersebut, terdapat beberapa kata kunci yang membangun makna secara keseluruhan, yaitu “perjalanan” dan “bertemu”. Kedua kata ini tidak hanya berfungsi secara leksikal, tetapi juga mengalami perluasan makna dalam konteks lirik lagu. Kata “perjalanan” secara denotatif berarti aktivitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Makna ini bersifat konkret dan dapat diamati secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam konteks lirik lagu, kata ini tidak lagi merujuk pada aktivitas fisik semata, melainkan dimaknai sebagai simbol perjalanan hidup yang mencakup proses, pengalaman, serta dinamika kehidupan individu. Selanjutnya, kata “bertemu” secara denotatif berarti berjumpa atau bertatap muka. Akan tetapi, dalam konteks lirik lagu, kata ini memiliki makna konotatif yang lebih luas, yaitu pertemuan dua individu sebagai bagian dari proses kehidupan. Pertemuan tersebut tidak hanya bersifat kebetulan, tetapi dapat dimaknai sebagai hasil dari rangkaian pengalaman yang dilalui masing-masing individu. Kemudian, jika dianalisis lebih mendalam, penggunaan dalam kata “membawamu” menunjukkan bahwa pertemuan tersebut terjadi melalui proses yang tidak sepenuhnya dikendalikan oleh individu. Hal ini mengarah pada pemaknaan bahwa pertemuan merupakan bagian dari alur kehidupan yang lebih besar. Dengan demikian, lirik ini tidak hanya menggambarkan peristiwa pertemuan secara literal, tetapi juga mengandung makna konotatif berupa perjalanan kehidupan yang mempertemukan dua individu dalam suatu hubungan. 2. “Kukira kita asam dan garam dan kita bertemu di belanga” Pada lirik kedua, terdapat beberapa kata kunci yang berperan penting dalam membangun makna, yaitu “asam dan garam” serta “belanga”. Secara denotatif, “asam dan garam” merupakan bahan masakan yang memiliki rasa berbeda, sedangkan “belanga” adalah sebuah wadah yang digunakan untuk memasak. Namun, dalam konteks lirik lagu, kedua unsur tersebut mengalami pergeseran makna. Frasa dari “asam dan garam” secara konotatif melambangkan dua individu dengan karakter, sifat, dan latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut tidak dimaknai sebagai hambatan, melainkan sebagai sesuatu yang dapat saling melengkapi.Page | 9 Sementara itu, kata “belanga” secara konotatif dapat dimaknai sebagai ruang kebersamaan atau suatu hubungan yang menyatukan kedua individu tersebut. Penggunaan metafora ini menunjukkan bahwa hubungan terbentuk melalui proses penyatuan berbagai perbedaan. Jika dianalisis lebih lanjut, penggunaan metafora ini juga menunjukkan adanya penyederhanaan kompleksitas dalam hubungan manusia. Perbedaan yang dalam realitas bisa menimbulkan konflik, dalam lirik ini justru digambarkan sebagai sesuatu yang harmonis. Dengan demikian, lirik ini tidak hanya menggambarkan perpaduan dua unsur secara literal, tetapi juga mengandung makna konotatif berupa hubungan yang dibangun dari perbedaan yang saling melengkapi. 3. “Kukira kita akan bersama” Pada lirik ini, terdapat beberapa kata kunci yang berperan penting dalam membangun makna, yaitu “kukira” dan “bersama”. Kedua kata tersebut tidak hanya memiliki makna leksikal, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam ketika ditempatkan dalam konteks lirik lagu. Secara denotatif, kata “kukira” berarti suatu dugaan atau anggapan terhadap sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Kata ini menunjukkan adanya proses berpikir atau asumsi yang dibuat sendiri oleh individu. Sementara itu, kata “bersama” secara denotatif berarti berada dalam suatu kebersamaan atau hubungan dengan orang lain. Namun, dalam konteks lirik lagu, kedua kata tersebut mengalami perluasan makna. Kata “kukira” secara konotatif menunjukkan adanya ketidakpastian sekaligus harapan yang tidak memiliki dasar yang kuat. Kata ini mengisyaratkan bahwa apa yang diyakini sebelumnya ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Selanjutnya, kata “bersama” tidak hanya dimaknai sebagai kebersamaan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol hubungan emosional yang diharapkan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Dalam konteks ini, kebersamaan mengandung makna kedekatan, komitmen, dan keberlanjutan hubungan. Jika dianalisis lebih mendalam, penggunaan kata “kukira” di awal kalimat memberikan penekanan terhadap perubahan perspektif tokoh dalam lagu. Hal ini menunjukkan adanya jarak antara harapan dan realitas. Lirik ini tidak hanya menyampaikan keinginan untuk bersama, tetapi juga secara implisit menunjukkan bahwa harapan tersebut tidak berwujudPage | 10 Dengan demikian, lirik ini tidak hanya menggambarkan harapan akan kebersamaan, tetapi juga mengandung makna konotatif berupa kekecewaan dan refleksi terhadap hubungan yang tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi. 4. “Kau melanjutkan perjalananmu, ku melanjutkan perjalananku” Pada lirik ini, terdapat beberapa kata kunci yang membangun makna secara keseluruhan, yaitu “melanjutkan, “perjalanan”, serta penggunaan kata ganti “kau” dan “aku”. Keempat unsur ini saling berkaitan dalam membentuk makna yang lebih mendalam dalam konteks lirik lagu. Secara denotatif, kata “melanjutkan” berarti meneruskan suatu aktivitas yang telah dilakukan sebelumnya. Makna ini bersifat langsung dan merujuk pada tindakan yang berkesinambungan. Sementara itu, kata “perjalanan” secara denotatif berarti aktivitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun, dalam konteks lirik lagu, kedua kata tersebut mengalami perluasan makna. Kata “melanjutkan” secara konotatif tidak hanya berarti meneruskan aktivitas, tetapi juga menunjukkan sikap menerima keadaan yang terjadi. Kata ini mengisyaratkan bahwa individu tetap melangkah ke depan meskipun menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan. Selanjutnya, kata “perjalanan” tidak lagi dimaknai sebagai perpindahan fisik, melainkan sebagai simbol perjalanan hidup yang mencakup pengalaman, proses, dan dinamika kehidupan. Dalam konteks ini, perjalanan menjadi representasi dari kehidupan masing-masing individu setelah hubungan yang dijalani mengalami perubahan. Penggunaan kata ganti “kau” dan “aku” memiliki peran penting dalam mempertegas makna lirik. Secara denotatif, kedua makna tersebut hanya merujuk pada dua individu yang berbeda. Tetapi, secara konotatif, pemisahan antara “kau” dan “aku” menunjukkan adanya jarak emosional dan perpisahan yang terjadi di antara keduanya. Jika dianalisis lebih mendalam, struktur kalimat yang memisahkan kedua subjek tersebut memperkuat makna bahwa masing-masing individu menjalani kehidupannya sendiri. Tidak ada lagi kebersamaan seperti yang diharapkan sebelumnya, melainkan dua arah yang berbeda. Dengan demikian, lirik ini tidak hanya menggambarkan aktivitas melanjutkan perjalanan secara literal, tetapi juga mengandung makna konotatif berupa perpisahan, penerimaan, serta kelanjutan hidup masing-masing individu setelah berakhirnya suatu hubungan.