Tugas 0.3peren.pembelajaran wahyu mahendra (1)

Published on Sep 07, 2026

Tugas 0.3peren.pembelajaran wahyu mahendra  (1)

Tugas 0.3peren.pembelajaran wahyu mahendra (1) - PDF to Document

Published on Sep 07, 2026

Description:

NAMA : WAHYU MAHENDRA JAYA PUTRA NIM : 240511609076 OFFERING : A4 NRingkasan pembelajaran mendalam di smk dan implementasi nya di dalam pembelajaran teknik mesin seperti contoh dan penjelasan ringkasan di bawah ini 1. Maksudnya "Pembelajaran Mendalam" di SMK Itu Apa? Bukan soal Deep Learning AI/coding ya, tapi Deep Learning / Deep Learning Pedagogy versi pembelajaran manusia (kayak konsepnya Fullan atau pendekatan Kurikulum Merdeka/Teaching Factory). * Bukan Cuma Hafalan/Instruksi: Anak SMK nggak cuma disuruh "Nih pegang mesin bubut, putar sakelar A, potong besi ukuran B." * Ke Inti Pemahaman (Meaningful): Siswa faham kenapa memilih kecepatan putar (RPM) sekian, apa dampaknya ke keausan pahat, dan gimana kalau jenis bahannya diganti dari baja lunak ke stainless steel. * Gaya Mahasiswa Nyebutnya: Nggak cuma know-how mekanis, tapi dapet conceptual logic sama problem-solving pas di lapangan. 2. Kenapa Cocok Diterapkan di Teknik Pemesinan (TPM)? Anak Teknik Pemesinan tuh interaksinya langsung sama benda keras, presisi tinggi, dan risiko K3. * Toleransi Kesalahan Tipis: Salah hitung feed rate atau pemakanan pas bubut/milling, pahat patah atau benda kerja scrap (rusak). * Pola Pikir Industri: Industri manufaktur butuh operator/teknisi yang bisa troubleshooting pas mesin bunyi aneh atau hasil pembubutan kasar, bukan sekadar mesin jalan. 3. Contoh Konkret Implementasi di TP SMKN 1 Singosari SMKN 1 Singosari ini kan basis Teaching Factory (TeFa) sama teknologinya lumayan kuat di Jawa Timur. Kalau diterapkan pembelajaran mendalam, skenarionya kira-kira gini: A. Pembekalan Konsep & Integrasi Siklus (Bukan Cuma Keterampilan Parsial) * Aktivitas: Siswa nggak cuma dapat tugas "bikin poros bertingkat". * Pendekatan Deep: Siswa dikasih pesanan barang asli dari mitra industri SMKN 1 Singosari. Sebelum nyalain mesin, mereka hrs: * Baca gambar kerja (engineering drawing). * Analisis material & tentukan urutan pengerjaan (process sheet). * Simulasi dulu di mesin CNC (misal pake software CAM/CNC simulator). * Baru eksekusi di mesin bubut/milling riil. B. Troubleshooting Berbasis Analisis Real-Time * Kondisi Real: Pas proses bubut, permukaan hasil potongnya malah bergelombang (chatter mark). * Gaya Pembelajaran Biasa: Guru langsung bilang, "Itu putarannya kurang cepat, naikin RPMnya."* Gaya Deep Learning: Guru balik nanya, "Coba cek, kira-kira kenapa bisa gitu? Dari sudut pahatnya, pencekaman bahannya, atau setel RPM-nya yang kurang pas?" * Hasil: Siswa mikir, nyoba ngukur vibrasi/visual pahat, terus nemuin solusinya sendiri berdasarkan teori dasar pemotongan logam. 4. Output yang Diharapkan | Aspek | Pembelajaran Tradisional (Teknis Saja) | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning TPM) | Pola Mikir | Mengikuti SOP tanpa tanya alasan | Mengerti SOP + paham alasan teknis di baliknya | | Keterampilan Bisa mengoperasikan mesin | Bisa setup, mengoperasikan, & troubleshoot | Karakter | Cepat selesai | Presisi, safety-first, & punya sense efisiensi bahan Ringkasan Singkat: Implementasi deep learning di Teknik Pemesinan SMKN 1 Singosari itu pada dasarnya menggeser jam praktek dari sekadar "meniru gerakan instruktur" menjadi "memahami logika proses manufaktur" lewat proyek bengkel nyata (Teaching Factory)