Materi_Ujian_Matematika_260922_204520 - PDF to Document
Published on Sep 23, 2026
Description:
MATERI UJIAN MATEMATIKA
Ringkasan materi berdasarkan kisi-kisi pada gambar
1. Operasi Hitung pada Bilangan Cacah
Bilangan cacah: Bilangan cacah adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.
Operasi dasar: Penjumlahan (+), pengurangan (−), perkalian (×), dan pembagian (÷).
Contoh: 25 + 13 = 38 | 45 − 17 = 28 | 8 × 7 = 56 | 72 ÷ 8 = 9.
2. Operasi Hitung Campuran
Urutan operasi: Kurung → Perkalian/Pembagian → Penjumlahan/Pengurangan.
Contoh: 20 + 6 × 3 = 20 + 18 = 38
Contoh dengan kurung: (15 + 5) ÷ 4 = 20 ÷ 4 = 5.
3. Menentukan Variabel yang Belum Diketahui
Pengertian: Variabel adalah huruf/simbol yang mewakili bilangan yang belum diketahui.
Contoh: x + 5 = 12 → x = 12 − 5 = 7
Contoh: 4x = 20 → x = 20 ÷ 4 = 5
Contoh: x ÷ 3 = 7 → x = 7 × 3 = 21.
4. Luas dan Keliling Bangun Datar
Persegi: L = s × s | K = 4 × s
Persegi panjang: L = p × l | K = 2 × (p + l)
Segitiga: L = ½ × alas × tinggi
Jajar genjang: L = alas × tinggi
Trapesium: L = ½ × (sisi sejajar 1 + sisi sejajar 2) × tinggi
Bangun gabungan: Pisahkan menjadi bangun sederhana, hitung luas masing-masing, lalu jumlahkan. Untuk keliling,
hitung hanya sisi bagian luar.
5. Perbandingan Senilai (Direct Proportion)
Pengertian: Jika satu jumlah bertambah, jumlah lainnya juga bertambah secara proporsional.
Contoh: 1 buku = Rp5.000, 2 buku = Rp10.000, 3 buku = Rp15.000.
Contoh soal: 4 pensil = Rp12.000. Harga 7 pensil = 7 × 12.000 ÷ 4 = Rp21.000.
6. Equivalent Ratios (Rasio Senilai)
Konsep: Rasio tetap ekuivalen jika kedua angkanya dikali atau dibagi dengan bilangan yang sama.
Contoh: 2 : 3 = 4 : 6 = 6 : 9 = 8 : 12.
Cek rasio: 3 : 5 dan 12 : 20 ekuivalen karena 3 × 4 = 12 dan 5 × 4 = 20.
7. Bangun Gabungan
Langkah: 1) Pisahkan bangun menjadi persegi/persegi panjang/dll. 2) Hitung luas tiap bagian. 3) Jumlahkan luasnya.
Contoh: Persegi panjang 10 × 5 dan 4 × 3 → luas = 50 + 12 = 62 cm².8. Faktor dan Kelipatan
Faktor: Bilangan yang dapat membagi suatu bilangan tanpa sisa. Faktor 12: 1, 2, 3, 4, 6, 12.
Kelipatan: Hasil perkalian suatu bilangan. Kelipatan 5: 5, 10, 15, 20, 25, ...
9. Aturan Habis Dibagi 3, 6, dan 9
Dibagi 3: Jumlah semua digit harus habis dibagi 3. Contoh 123 → 1 + 2 + 3 = 6.
Dibagi 9: Jumlah semua digit harus habis dibagi 9. Contoh 729 → 7 + 2 + 9 = 18.
Dibagi 6: Harus habis dibagi 2 dan 3. Artinya angka terakhir genap dan jumlah digit habis dibagi 3. Contoh 126.
10. Jenis Data dalam Statistika
Categorical data: Data berupa kategori, misalnya warna favorit, jenis makanan, atau merek HP.
Discrete data: Data yang dapat dihitung satu per satu, misalnya jumlah siswa, buku, atau mobil.
Continuous data: Data hasil pengukuran yang dapat memiliki nilai pecahan, misalnya tinggi, berat, suhu, dan waktu.
11. Venn Diagram
Kegunaan: Menunjukkan hubungan antara kelompok, termasuk bagian yang beririsan.
Contoh: Jika sebagian siswa suka sepak bola dan basket sekaligus, siswa tersebut berada di bagian irisan kedua
lingkaran.
12. Carroll Diagram
Kegunaan: Mengelompokkan data berdasarkan dua karakteristik/kriteria.
Contoh: Suka apel/tidak suka apel dibandingkan dengan suka jeruk/tidak suka jeruk.
13. Tally Chart dan Frequency Table
Tally: Tanda untuk menghitung berapa kali suatu kategori muncul.
Frekuensi: Jumlah kemunculan suatu data. Contoh: Merah muncul 3 kali → frekuensi = 3.
14. Bar Chart
Kegunaan: Membandingkan beberapa kategori. Batang yang lebih tinggi menunjukkan frekuensi lebih besar.
15. Pie Chart dan Waffle Diagram
Pie chart: Diagram lingkaran yang menunjukkan bagian dari keseluruhan. Total persentase = 100%.
Waffle diagram: Biasanya menggunakan 100 kotak sehingga mudah menunjukkan persentase. 25% = 25 dari 100
kotak.
16. Frequency Diagram untuk Continuous Data
Konsep: Data kontinu biasanya dikelompokkan ke dalam interval, misalnya 140–149 cm, 150–159 cm, dan
seterusnya.
17. Line Graph
Kegunaan: Menunjukkan perubahan atau perkembangan, terutama berdasarkan waktu. Cocok untuk melihat naik,
turun, dan tren.
18. Scatter Graph
Kegunaan: Menunjukkan hubungan antara dua variabel, misalnya jam belajar dan nilai ujian.19. Dot Plot
Kegunaan: Menunjukkan frekuensi data menggunakan titik. Semakin banyak titik pada suatu nilai, semakin sering
nilai tersebut muncul.RINGKASAN WAJIB DIHAFAL
Materi Kunci
Bilangan cacah 0, 1, 2, 3, ...
Operasi campuran Kurung → ×/÷ → +/−
Variabel Huruf yang mewakili nilai yang belum diketahui
Persegi L = s × s
Persegi panjang L = p × l
Segitiga L = ½ × alas × tinggi
Jajar genjang L = alas × tinggi
Trapesium L = ½(a+b)t
Perbandingan senilai Kedua besaran berubah secara proporsional
Equivalent ratio Kedua angka dikali/dibagi bilangan yang sama
Faktor Pembagi habis
Kelipatan Hasil perkalian suatu bilangan
÷ 3 Jumlah digit habis dibagi 3
÷ 6 Habis dibagi 2 dan 3
÷ 9 Jumlah digit habis dibagi 9
Categorical Data berupa kategori
Discrete Data yang dihitung
Continuous Data yang diukur
Venn Hubungan/irisan kelompok
Carroll Pengelompokan berdasarkan 2 kriteria
Bar chart Membandingkan kategori
Pie chart Bagian dari keseluruhan
Waffle Persentase
Line graph Perubahan/tren
Scatter graph Hubungan 2 variabel
Dot plot Frekuensi dengan titik
Fokus latihan: operasi campuran, mencari variabel, luas/keliling bangun gabungan, perbandingan senilai, aturan habis
dibagi 3/6/9, jenis data, dan membaca berbagai grafik.