BAB_3_ANALISIS_DATA_revisi - PDF to Document
Published on Oct 05, 2026
Description:
PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH TRANSFORMASI DIGITAL TERHADAP PENDAPATAN
DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2025
Fera Amelia Putri
230901502005
PROGRAM STUDI AKUNTANSI S1
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2026BAB III
METODE PENELITIAN
A. Variabel dan Desain Penelitian
1. Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya merupakan segala sesuatu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari guna memperoleh informasi mengenai hal
tersebut, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan
(Sugiyono, 2006). Dalam penelitian ini, Transformasi Digital (X) diposisikan
sebagai variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) yaitu
Pendapatan (Y₁) dan Profitabilitas (Y₂).
2. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan suatu rencana yang terstruktur yang
digunakan oleh peneliti untuk menyusun, melaksanakan, dan menganalisis sebuah
studi dengan tujuan menjawab pertanyaan penelitian secara tepat dan efektif
(Sugiyono, 2019). Desain ini menjadi panduan yang memandu seluruh rangkaian
penelitian, mulai dari pengumpulan informasi hingga interpretasi hasil (Waruwu,
2024).
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian
berbasis data sekunder untuk menganalisis pengaruh Transformasi Digital (X)
terhadap Pendapatan (Y1) dan Profitabilitas (Y2) sebagai variabel dependen. Data
yang digunakan berupa data sekunder kuantitatif yang diperoleh dari laporan
keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit dan dipublikasikan melalui Bursa
Efek Indonesia (BEI) selama periode penelitian 2016-2025. Selain itu, data
pendukung diperoleh dari laporan tahunan perusahaan dan sumber resmi lainnya
yang relevan dengan variabel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan
metode studi dokumentasi melalui penelusuran dan pencatatan informasi dari
laporan keuangan, laporan tahunan, dan dokumen resmi lainnya. Data yang telah
terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan EViews dengan teknik regresi data panel untuk menguji pengaruh Transformasi Digital terhadap
Pendapatan dan Profitabilitas. Berikut adalah gambaran dari desain penelitiannya:
Gambar 4 Desain Penelitian
B. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
1. Transformasi Digital
Transformasi digital merupakan proses pemanfaatan teknologi digital
yang mendorong perubahan dalam cara suatu organisasi menjalankan aktivitas,
menciptakan nilai, dan memberikan layanan. Proses ini tidak hanya berkaitan
dengan penerapan teknologi baru, tetapi juga mencakup perubahan pada
proses, strategi, serta cara organisasi beradaptasi terhadap perkembangan lingkungan digital. Transformasi digital berlangsung secara bertahap seiring
dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna, sehingga
penerapannya dapat mencakup pengembangan infrastruktur, sistem informasi,
layanan digital, hingga penyesuaian proses dan model bisnis.
Dalam penelitian ini transformasi digital diukur melalui capital
expenditure (CapEx), yaitu pengeluaran perusahaan telekomunikasi untuk
memperoleh atau mengembangkan aset tetap yang manfaatnya dinikmati lebih
dari satu periode. Nilai CapEx dihitung dari perubahan nilai aset tetap
(property, plant, and equipment) antara periode berjalan dan periode
sebelumnya, ditambah beban depresiasi pada periode berjalan, dengan rumus
sebagai berikut:
CapEx = PP&E saat ini - PP&E lama + Biaya depresiasi saat ini
Keterangan:
CapEx = Pengeluaran modal atau belanja aset tetap.
PP&E = Perubahan bersih nilai aset tetap (properti, pabrik, dan
peralatan) dari periode awal ke periode akhir.
Depresiasi = Beban penyusutan (termasuk amortisasi aset tak berwujud)
pada periode akuntansi yang sedang berjalan.
Semakin tinggi nilai CapEx, semakin besar proporsi sumber daya
perusahaan yang dialokasikan untuk investasi jangka panjang, termasuk
investasi yang mendukung proses transformasi digital.
2. Pendapatan
Pendapatan merupakan arus masuk manfaat ekonomi yang timbul dari
aktivitas suatu entitas selama suatu periode akuntansi. Pendapatan dapat
berasal dari penjualan barang, pemberian jasa, maupun aktivitas lainnya yang
menjadi bagian dari kegiatan entitas. Besarnya pendapatan mencerminkan nilai
ekonomi yang diperoleh dari aktivitas tersebut dan menjadi salah satu unsur
penting dalam mengukur kinerja ekonomi suatu entitas.Dalam penelitian ini, pendapatan perusahaan telekomunikasi yang
terdaftar di BEI diukur menggunakan total pendapatan, yaitu penjumlahan
pendapatan operasional dan pendapatan non-operasional yang disajikan dalam
laporan laba rugi perusahaan pada satu periode akuntansi, dengan rumus
sebagai berikut:
Keterangan:
Total Pendapatan = Keseluruhan jumlah penerimaan bruto
yang diperoleh perusahaan selama satu
periode akuntansi, sebelum dikurangi
beban dan pajak.
Pendapatan Operasional = Penerimaan yang berasal dari kegiatan
usaha pokok perusahaan, seperti penjualan
barang atau jasa.
Pendapatan Non-Operasional = Penerimaan yang berasal dari aktivitas di
luar kegiatan usaha pokok, misalnya
pendapatan bunga, sewa, atau keuntungan
penjualan aset.
3. Profitabilitas
Profitabilitas merupakan kemampuan suatu entitas dalam
menghasilkan laba melalui aktivitas yang dijalankan selama suatu periode.
Profitabilitas menggambarkan tingkat keberhasilan dalam mengelola sumber
daya yang tersedia untuk menghasilkan keuntungan. Tingkat profitabilitas
dapat menjadi salah satu gambaran mengenai kinerja ekonomi suatu entitas,
karena menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan laba dari sumber daya
yang digunakan.
Dalam penelitian ini profitabilitas perusahaan telekomunikasi yang
terdaftar di BEI diukur menggunakan Return on Assets (ROA), yaitu
Total Pendapatan = Pendapatan Operasional + Pendapatan Non-Operasionalperbandingan antara laba bersih dan total aset yang menunjukkan besarnya laba
yang dihasilkan dari setiap rupiah aset. ROA dipilih karena investasi
transformasi digital melalui belanja modal berkaitan langsung dengan
penambahan aset perusahaan. Rumus ROA adalah sebagai berikut:
ROA= 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡
× 100%
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut (Sugiyono, 2019) populasi merupakan wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi tidak hanya mencakup manusia, tetapi juga dapat berupa objek maupun
benda-benda alam lainnya. Selain itu, populasi tidak sekadar menunjukkan jumlah
objek atau subjek yang diteliti, tetapi juga mencakup seluruh karakteristik atau sifat
yang dimiliki oleh objek atau subjek tersebut. Populasi penelitian ini adalah data
laporan keuangan perusahaan sektor telekomunikasi yang dipublikasikan di bursa
efek indonesia periode 2016-2025, dengan daftar perusahaan sebagai berikut:
Tabel 3.1 Daftar Populasi Penelitian
No Kode Perusahaan Nama Perusahaan
1 TLKM PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
2 ISAT PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk.
3 EXCL PT XLSMART Tbk.
4 JAST PT Jasnita Telekomindo Tbk.
5 KBLV PT First Media Tbk.
6 LINK PT Link Net Tbk.
7 BALI PT Bali Towerindo Sentra Tbk.
8 BTEL PT Bakrie Telecom Tbk.
9 CENT PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk.
10 GHON PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk.No Kode Perusahaan Nama Perusahaan
11 IBST PT Inti Bangun Sejahtera Tbk.
12 LCKM PT LCK Global Kedaton Tbk.
13 OASA PT Protech Mitra Perkasa Tbk.
14 TBIG PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
15 TOWR PT Sarana Menara Nusantara Tbk.
16 MTEL PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
17 SUPR PT Solusi Tunas Pratama Tbk.
18 GOLD PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk.
Sumber: www.idx.co.id, 2026 (data diolah)
Populasi penelitian terdiri atas 18 perusahaan sektor telekomunikasi yang
tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki
karakteristik usaha yang beragam, yaitu penyedia layanan telekomunikasi seluler
dan pita lebar serta penyedia infrastruktur pendukung seperti menara
telekomunikasi, dengan skala usaha dan periode pencatatan yang berbeda-beda.
Perbedaan tersebut menjadi dasar perlunya seleksi sampel dengan kriteria tertentu
agar data yang dianalisis konsisten dan dapat dibandingkan antarperusahaan.
2. Sampel
Menurut Machali (2021) sampel penelitian merupakan sebagian anggota
dari populasi yang dipilih untuk merepresentasikan populasi secara keseluruhan.
Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel
berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sampel dipilih
dari perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan
memiliki data yang lengkap selama periode 2016-2025. Hermawan & Amirullah
(2021) menyatakan bahwa purposive sampling digunakan karena peneliti
menetapkan kriteria seleksi tertentu berdasarkan relevansi data, kelengkapan
informasi, dan kesesuaiannya dengan variabel penelitian. Adapun kriteria
penentuan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) selama periode penelitian 2016-2025.2. Perusahaan yang memiliki kegiatan usaha utama yang berfokus pada
penyediaan layanan dan/atau infrastruktur telekomunikasi.
3. Perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan dan laporan keuangan
secara lengkap selama periode 2016-2025 serta dapat diakses melalui
sumber resmi.
4. Mempublikasikan realisasi belanja modal (capital expenditure)
perusahaan pada laporan keuangan periode 2016-2025.
Tabel 3.2 Daftar Sampel Penelitian
No Nama Perusahaan
Kriteria Keterangan
K1 K2 K3 K4
1 PT Telkom Indonesia (Persero)
Tbk.
Terpilih
2 PT Indosat Ooredoo Hutchison
Tbk.
Terpilih
3 PT XLSMART Tbk. × × Tidak terpilih
4 PT Jasnita Telekomindo Tbk. × × × Tidak terpilih
5 PT First Media Tbk. × × × Tidak terpilih
6 PT Link Net Tbk. × Tidak terpilih
7 PT Bali Towerindo Sentra Tbk. × Tidak terpilih
8 PT Bakrie Telecom Tbk. × × × × Tidak terpilih
9 PT Centratama Telekomunikasi
Indonesia Tbk.
× × Tidak terpilih
10 PT Gihon Telekomunikasi
Indonesia Tbk.
× × × Tidak terpilih
11 PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. × Tidak terpilih
12 PT LCK Global Kedaton Tbk. × × × Tidak terpilih
13 PT Protech Mitra Perkasa Tbk. × × Tidak terpilih
14 PT Tower Bersama Infrastructure
Tbk.
TerpilihNo Nama Perusahaan
Kriteria Keterangan
K1 K2 K3 K4
15 PT Sarana Menara Nusantara Tbk. Terpilih
16 PT Dayamitra Telekomunikasi
Tbk.
× × × Tidak terpilih
17 PT Solusi Tunas Pratama Tbk. × Tidak terpilih
18 PT Visi Telekomunikasi
Infrastruktur Tbk.
× Tidak terpilih
Sumber: www.idx.co.id, 2026 (data diolah)
Berdasarkan proses seleksi yang disajikan pada tabel sebelumnya, dari 18
perusahaan telekomunikasi yang ditetapkan sebagai populasi, diperoleh empat
perusahaan yang memenuhi seluruh kriteria sampel, yaitu PT Telkom Indonesia
(Persero) Tbk. dan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk. yang merupakan segmen
penyedia layanan jaringan seluler, serta PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. dan
PT Sarana Menara Nusantara Tbk. yang merupakan segmen penyedia infrastruktur
telekomunikasi. Dengan periode pengamatan selama 2016–2025 atau 10 tahun,
penelitian ini menghasilkan 40 data observasi (4 perusahaan × 10 tahun), yang
diperoleh dari empat perusahaan selama sepuluh tahun. Seluruh data tersebut
selanjutnya digunakan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital terhadap
pendapatan dan profitabilitas.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah metode prosedur sistematis yang dipakai
oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan tujuan
penelitian. Menurut Purnawansa dkk (2022), dalam penelitian kuantitatif pemilihan
metode pengumpulan data juga mempertimbangkan jenis data, sumber informasi,
serta ketersediaan data yang bisa diukur dengan angka. Penelitian ini menerapkan
metode dokumentasi, di mana data sekunder yang dikumpulkan berupa laporan
keuangan tahunan serta laporan tahunan perusahaan telekomunikasi yang terdaftar
di bursa efek indonesia untuk periode 2016 hingga 2025. Data tersebut diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia ( www.idx.co.id ), website resmi perusahaan,
dan berbagai publikasi pasar modal lainnya yang dapat diakses oleh publik.
E. Teknik Analisis Data
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis
data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul
sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk
umum atau generalisasi. Analisis ini bertujuan memberikan gambaran umum
mengenai karakteristik data penelitian melalui ukuran pemusatan data seperti nilai
rata-rata (mean), nilai tengah (median), serta ukuran penyebaran data seperti nilai
minimum, nilai maksimum, dan standar deviasi dari masing-masing variabel yang
diteliti (Sugiyono, 2019).
Dalam penelitian ini, statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan
karakteristik variabel transformasi digital, pendapatan, dan profitabilitas pada
perusahaan telekomunikasi yang menjadi sampel penelitian selama periode
pengamatan, sebelum data tersebut diuji lebih lanjut melalui uji asumsi klasik dan
uji hipotesis.
2. Uji Asumsi Klasik
Menurut Mulyono (2019) uji asumsi klasik merupakan tahap awal yang
dilakukan sebelum analisis regresi untuk memastikan data telah memenuhi
persyaratan dasar dalam metode Ordinary Least Squares (OLS). Pengujian ini
bertujuan memastikan model regresi yang digunakan menghasilkan estimasi yang
valid, tidak bias, dan efisien. Secara umum, uji asumsi klasik meliputi uji
normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Terpenuhinya
asumsi-asumsi tersebut memungkinkan hasil analisis regresi diinterpretasikan
dengan lebih tepat sehingga dapat mendukung pengambilan kesimpulan dalam
penelitian.
Dalam penelitian ini, uji asumsi klasik dilakukan menggunakan
program EViews terhadap residual model regresi data panel terbaik yang