Blue and White Modern Science Simplified Infographic Document (6)

Published on Oct 26, 2026

Blue and White Modern Science Simplified Infographic Document (6)

Blue and White Modern Science Simplified Infographic Document (6) - Document to Flipbook

Published on Oct 26, 2026

Description:

Page iPage iiKATA PENGANTAR Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Aksi Perubahan “Optimalisasi Training Needs Analysis (TNA) Berbasis Digital dalam Peningkatan Kompetensi Pegawai pada Rumah Sakit Umum Daerah Bandung Kiwari” ini dapat diselesaikan dengan baik. Dokumen ini disusun sebagai upaya mendukung pengembangan kompetensi pegawai melalui penerapan TNA berbasis digital yang lebih efektif, terukur, dan terintegrasi. Inovasi ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan pengembangan kompetensi yang tepat sasaran, mendukung peningkatan kinerja pegawai, serta mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dengan segala hormat,izinkan penulis menyampaikan terima kasih, kepada Ibu Winda Aini Primariana, S.IP, M.AP selaku mentor, Ibu RR. Harida Indraswari, S.Sos.,M.Pub.Admin selaku Coach, Penguji, seluruh widyaiswara, seluruh keluarga, rekan-rekan sesama peserta PKP dan tentunya Tim Efektif dari Instalasi Diklat, Instalasi Farmasi dan Unit IT RSUD Bandung Kiwari. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat menjadi pedoman dalam implementasi TNA berbasis digital serta memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi pegawai dan kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Bandung Kiwari. Bandung, 8 Oktober 2026 Peserta, Istikaroh (Tita), SE Page iiiRINGKASAN EKSEKUTIF Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki Rumah Sakit. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi pegawai perlu dilakukan secara terencana, tepat sasaran, berbasis kebutuhan, dan didukung oleh data yang akurat. Kendala yang ada di RSUD Bandung Kiwari adalah proses identifikasi kebutuhan pelatihan yang masih dilakukan secara manual, data kompetensi yang belum terintegrasi, belum tersedianya pemetaan kompetensi secara optimal, serta monitoring pemenuhan pengembangan kompetensi pegawai yang belum berjalan secara maksimal. Sebagai solusi, dikembangkan inovasi TANGINAS (Training Needs Analysis Terintegrasi), yaitu sistem TNA berbasis digital yang dirancang sebagai media pengelolaan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai secara lebih terstruktur, objektif, terintegrasi, dan berbasis data. TANGINAS diarahkan untuk menghubungkan data pegawai, kompetensi, kebutuhan organisasi, hasil analisis kesenjangan, serta riwayat pengembangan kompetensi sehingga kebutuhan pelatihan tidak lagi hanya berdasarkan usulan unit kerja, tetapi berdasarkan kebutuhan nyata pegawai dan organisasi. Pelaksanaan aksi perubahan dilakukan melalui serangkaian tahapan yang meliputi pembentukan Tim Efektif, koordinasi dengan mentor dan pimpinan, penyusunan desain sistem, penyusunan instrumen dan SOP TNA, pengumpulan serta pengolahan data kompetensi, pemetaan kompetensi, analisis gap kompetensi, sosialisasi, uji coba sistem pada unit kerja terpilih, penetapan prioritas kompetensi, serta penyampaian hasil kepada Direktur. Dari sisi manfaat organisasi, TANGINAS memberikan data kompetensi dan hasil analisis gap dapat digunakan untuk menentukan pelatihan yang benar-benar dibutuhkan, sehingga pengembangan kompetensi berdasarkan pada ketepatan kebutuhan dan dampaknya terhadap kinerja. TANGINAS juga berpotensi memberikan nilai ekonomi melalui efisiensi anggaran pelatihan, pengurangan pekerjaan administrasi yang berulang, optimalisasi kuota pelatihan, serta pengurangan pelatihan yang kurang relevan. Implementasi TANGINAS juga memperkuat pola kepemimpinan kolaboratif. Keberhasilan aksi perubahan didukung oleh mentor, pimpinan, Tim Efektif, unit kerja, Instalasi Diklat, serta stakeholder terkait. Diseminasi dilakukan kepada pegawai dan pejabat struktural RSUD Bandung Kiwari serta stakeholder eksternal, termasuk Dinas Kesehatan dan BKPSDM Kota Bandung. Dalam perspektif pengembangan organisasi, TANGINAS tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menentukan pelatihan, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pengelolaan SDM yang lebih terintegrasi. Page ivINFOGRAFIS Page vDAFTAR ISI PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN AKSI PERUBAHAN PERSETUJUAN SEMINAR RANCANGAN AKSI PERUBAHAN KATA PENGANTAR RINGKASAN EKSEKUTIF INFO GRAFIS DAFTAR ISI PROFIL RUMAH SAKIT LATAR BELAKANG Kendala Training Needs Analysis (TNA) TUJUAN AKSI PERUBAHAN Analisis Permasalahan/Identifikasi Isu Strategi Penyelesaian Masalah KATEGORI INOVASI MILESTONE IMPLEMENTASI INOVASI Tahapan Kegiatan Implementasi Pengendalian Mutu Pemanfaatan Teknologi Digital Pemetaan Stakeholder Tim Efektif dan Pengembangan Kompetensi DEFINISI PROSES KEPEMIMPINAN IMPLEMENTASI AKSI PERUBAHAN KONDISI SEBELUM DAN SESUDAH AKSI PERUBAHAN MANFAAT AKSI PERUBAHAN Strategi Pengembangan Kompetensi Tim Teknis Strategi Pengembangan Kompetensi Operator MATA PELATIHAN PILIHAN DISEMINASI DAN PUBLIKASI AKSI PERUBAHAN KEBERLANJUTAN AKSI PERUBAHAN PENUTUP LAMPIRAN Page vi i ii iii iv v vi 1 2 4 3 3 4 5 6 7 9 10 10 11 12 13 24 30 32 33 34 36 37 38RUMAH SAKIT PROFIL PROFIL RSUD BANDUNG KIWARI KLASIFIKASI RS TEMPAT TIDUR KRIS LUAS BANGUNAN TOTAL PERAWAT (JUNI 2026) Sebanyak 335 tempat tidur Rumah sakit Kelas B Dengan luas 45.000 m² Sebanyak 1.085 perawat FUNGSI ORGANISASI 1.Penetapan kebijakan penyelenggaraan RSUD Bandung Kiwari sesuai dengan kewenangannya 2.Pelaksanaan kebijakan dalam pelayanan kesehatan daerah 3.Penyelenggaraan tugas dan fungsi lingkup pelayanan kesehatan daerah 4.Pelaksanaan administrasi lingkup RSUD Bandung Kiwari 5.Pembinaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan tugas dan fungsi RSUD Bandung Kiwari KINERJA ORGANISASI Akreditasi PARIPURNA (LARS DHP) - RS Wisata (Kemenkes) - FKRTLTipe B Berkomitmen Page 1LATAR BELAKANG Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Bandung memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu melalui pengelolaan sumber daya manusia yang professional Pengembangan kompetensi aparatur merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menegaskan bahwa setiap pegawai berhak memperoleh pengembangan kompetensi secara berkelanjutan Salah satu metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan pengembangan kompetensi adalah Training Needs Analysis (TNA) Data kompetensi pegawai belum terintegrasi dalam satu sistem informasi yang mudah diakses KENDALA TRAINING NEED ANALYSIS (TNA) Proses identifikasi kebutuhan pelatihan masih dilakukan secara manual menggunakan formulir dan rekapitulasi spreadsheet Belum tersedia peta kompetensi pegawai yang menggambarkan kesenjangan kompetensi berdasarkan jabatan Perencanaan pelatihan lebih banyak didasarkan pada usulan unit kerja dibandingkan hasil analisis kompetensi yang terukur Monitoring pemenuhan hak pengembangan kompetensi pegawai, termasuk akumulasi Jam Pelajaran (JP), belum dilakukan secara optimal Proses penyusunan laporan dan evaluasi pengembangan kompetensi masih memerlukan waktu yang B relatif lama elum tersedia dashboard yang dapat digunakan pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menetapkan prioritas pengembangan kompetensi Page 2