2.+ARTIKEL+Bagus+Triyono-e (1) - Document to Flipbook
Published on Sep 20, 2026
Description:
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK MKP DAN PUPUK ORGANIK
CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASILTANAMAN MELON
(Cucumis melo L.)
THE EFFECT OF APPLYING MKP FERTILIZER AND LIQUID
ORGANIC FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELD OF MELON
PLANTS (Cucumis melo L.)
123Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik
Jl. Sumatra No. 101 GKB, Kec. Kebomas, Kab. Gresik, Jawa Timur, Kode Pos : 61121
*Email : [email protected]
ABSTRAK
Melon merupakan salah satu komoditas yang digemari masyarakat, dalam budidaya
melon kebayakan petani hanya menggunakan pupuk kimia atau anorganik. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman melon terhadap
pemberian kombinasi pupuk kimia (MKP) dan organik (POC). Dilaksanakan pada area
ladang Desa Baron, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, ketinggian
tempat 15 Mdpl, dengan jenis tanah grumusol. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan
Desember 2024 - Maret 2025. Variabel pertumbuhan meliputi : tinggi tanaman, diameter
batang dan jumlah daun. Variabel hasil meliputi : bobot buah/petak, bobot buah/ha, diameter
buah, brix dan brangkasan basah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dua faktor dengan total 6 perlakukan dan 3 ulangan, menggunakan 6 sampel tanaman
per petak. Faktor yang digunakan adalah dosis pupuk MKP dan POC dengan masing-masing
3 taraf. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh nyata pada semua variabel
pengamatan. Perlakuan tunggal dosis MKP menunjukkan pengaruh nyata pada variabel hasil
: berat buah, diameter buah, tingkat kemanisan dan brangkasan. Perlakuan tunggal POC
menunjukkan adanya perngaruh nyata pada variabel pertumbuhan : panjang tanaman, jumlah
daun dan diameter batang.
Kata Kunci : Melon, Pupuk MKP, Pupuk POC,
ABSTRACT
Melon is one of the commodities favored by the community, in melon cultivation
most farmers only use chemical or inorganic fertilizers. This study aims to analyze the effect
of growth and yield of melon plants on the application of a combination of chemical
fertilizers (MKP) and organic (POC). It was carried out in the field area of Baron Village,
Dukun District, Gresik Regency, East Java Province, an altitude of 15 meters above sea level,
with grumusol soil type. The study will be conducted from December 2024 to March 2025.
Growth variables include: plant height, stem diameter and number of leaves. Yield variables
include: fruit weight/plot, fruit weight/ha, fruit diameter, brix and wet stover. This study used
a two-factor Randomized Block Design (RBD) with a total of 6 treatments and 3 replications,
using 6 plant samples per plot. The factors used were the doses of MKP and POC fertilizers
with 3 levels each. The results of this study showed a significant effect on all observation
variables. The single MKP dose treatment showed a significant effect on the yield variables:
Bagus Triyono1*, Rahmad Jumadi2
, Wiharyanti Nur Lailiyah3
93
Jurnal Tropicrops
Vol 8 No. 2, Agustus 2025: 93-102
p-ISSN: 2615-7020, e-ISSN: 2615-7012fruit weight, fruit diameter, sweetness level, and stalk. The single POC treatment showed a
significant effect on the growth variables: plant length, number of leaves, and stem diameter.
Keyword : Melon Plants, MKP Fertilizer, POC Fertilizer
PENDAHULUAN
Tanaman melon (Cucumis melo L.)
adalah salah satu jenis tanaman
hortikultura buah dari keluarga
Cucurbitaceae. Tanaman melon berpotensi
untuk dikembangkan, karena melon
merupakan tanaman yang cepat
menghasilkan buah, memiliki nilai
ekonomi dan juga prospek yang
menjanjikan baik dalam nilai jual benih
maupun buahnya (Huda, Willy, Awang
2018).
Badan Pusat Statistik (BPS 2023),
produksi melon di Indonesia pada tahun
2021 sebesar 129.147 ton per hektar,
mengalami penurunan menjadi 118.696
ton per hektar pada tahun 2022, dan
kembali menurun pada tahun 2023,
menjadi 117.794 ton per hektar. Salah satu
penyebab turunnya produksi melon di
Indonesia adalah penggunaan pupuk kimia
yang terus menerus dan berlebihan
sehingga membuat tanah menjadi keras
dan minim akan unsur hara. Melon dapat
tumbuh dengan baik pada tanah yang
subur, kaya akan kebutuhan unsurhara dan
bertekstur gembur serta memerlukan
tambahan unsur hara Nitrogen, Fospor dan
Kalium oleh. Namun, kebanyakan petani
di Indonesia hanya menggunakan pupuk
kimia yang bisa berdampak buruk pada
tanah jika digunakan secara terus menerus
dan berlebihan. Salah satu kandungan
pupuk POC adalah C-Organik, menurut
Augustien & Suhardjono (2023),
Meningkatnya kadar C-organik dalam
tanah memiliki banyak manfaat. Pertama,
hal ini dapat mendukung keberlanjutan
kesuburan tanah. Kedua, peningkatan Corganik juga berperan dalam melindungi
kualitas tanah dan air, yang sangat penting
dalam siklus hara dan biologi. Pupuk
organik cair memperbaiki sifat fisik, kimia
dan hayati tanah, meningkatkan kualitas
tanaman, menaikkan produksi tanaman,
mengurangi penggunaan pupuk anorganik
dan menjadi cara lain pengganti pupuk
kandang (Istiqomah, Nurul, Mahdiannoor
dan Fetty Asriati., 2016)
Menurut penelitian yang telah
dilakukan oleh Akbar, et.al.,.(2022),
berdasarkan hasil analisis menggunakan
faktor pengaruh kosentrasi pupuk organik
cair nasa (N) ,yang terdiri dari 4 taraf
yaitu :N0 = Tanpa pupuk (kontrol), N1 =
3mL/L pupuk organik cair Nasa, N2 =
6mL/L pupuk organik cair Nasa, N3 = 9
mL/L pupuk organik cair Nasa
menghasilkan pengaruh nyata terhadap
parameter bobot buah pertanaman,
berpengaruh tidak nyata terhadap
parameter panjang tanaman pada 14, 28,
42 hst, diameter batang pada 14, 28, 42
hst, umur bunga betina, umur panen,
keliling buah. Penelitian yang dilakukan
oleh Prayuda (2024), menyatakan bahwa
terdapat interaksi antara konsentrasi pupuk
MKP dan waktu pemberian pupuk MKP
untuk produksi dan kualitas melon pada
parameter bobot buah, diameter buah, dan
total padatan terlarut, Galih Dwi
menggunakan parameter pemberian pupuk
MKP 42 dan 49 HST; konsentrasi pupuk
MKP 9 g.l-1 menghasilkan bobot buah
melon yang lebih berat dibandingkan
dengan konsentrasi pupuk MKP 3 g.l-1
dan 6 g.l-1. Pemberian pupuk MKP
konsentrasi 9 g.l-1 merupakan konsentrasi
pupuk terbaik untuk produksi dan kualitas
melon pada parameter bobot buah (3,16
kg), diameter buah (13,65 cm), dan total
padatan terlarut (13,73 °brix).
Berdasarkan uraian tersebut, maka
perlu dilaksanakan sebuah penelitian
sebagai upaya untuk megetahui pengaruh
dari interaksi antara pemberian berbagai
kombinasi dosis pupuk MKP dan pupuk
94
Jurnal Tropicrops Vol 8 No. 2, Agustus 2025: 93-102POC, guna mendapatkan pertumbuhan dan
hasil terbaik untuk tanaman melon di
daerah ladang Desa Baron, Kecamatan
Dukun.
BAHAN DAN METODE
Penelitian akan dilaksanakan pada
area ladang Desa Baron, Kecamatan
Dukun, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa
Timur dengan ketinggian tempat 15 Mdpl,
menggunakan jenis tanah grumusol.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari
- Maret 2025. Bahan yang digunkan pada
penelitian ini meliputi : Benih melon
varietas Alina F1. Alat : Meteran,
Cangkul, Baskom, Gelas takar, Sabit,
Polybag, Alat dokumentasi dan Alat tulis.
Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua
faktor dengan masing-masing 3 perlakukan
dan 3 ulangan. Faktor dosis pupuk MKP
(V) dengan 3 taraf, yaitu V0 = Kontrol, V1
= Dosis 6gr/polybag dan V2 = Dosis
9gr/polybag. Faktor dosis pupuk POC (P)
dengan 3 taraf, yaitu : P0 = Kontrol, P1 =
6ml/polybag, P2 = 9ml/polybag. Masing
masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali
sehingga terdapat 27 petak percobaan.
Variabel yang diamati meliputi panjang
tanaman, jumlah daun dan diameter
batang, berat buah per tanaman, diameter
buah, tingkat kemanisan dan bobot
brangkasan basah. Analisis data
menggunakan ANOVA 5%, jika terdapat
perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji
DMRT 5% dan uji korelasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi Lingkungan
Tempat penelitian ini memiliki
iklim tropis dengan jenis tanah grumusol.
Kondisi lingkungan lahan penelitian yang
meliputi suhu, curah hujan dan kecepatan
angin dari bulan Februari sampai dengan
Mei 2025 disajikan pada Tabel 1.
Table 1. Rata Rata Kondisi Lingkungan
Bulan
Suhu
(
oC)
Curah
Hujan (mm)
Angin
(Knot)
JAN 28 279,2 5,3
FEB 30 267,8 6,4
MAR 32 212,0 7,0
Sumber : BMKG Online, 2025
Berdasarkan Tabel 1. dapat
diketahui bahwa rata rata suhu dari bulan
Januari sampai bulan Maret terjadi
kenaikan. Suhu tertinggi terjadi pada bulan
Maret 32 oC. Curah hujan tertinggi
terdapat pada bulan Januari dan pada bulan
selanjutnya mengalami penurunan. Hal
tersebut cukup berpengaruh pada
pertumbuhan tanaman. Kondisi
lingkungan memliki pengaruh pada
pertumbuhan tanaman, namun kondisi
tersebut masih bisa dilakukan budidaya
tanaman melon dengan catatan
menggunakan pengaturan drainase yang
baik serta perawatan yang intensif.
Variabel Pengamatan Pertumbuhan
Panjang Tanaman
Data rata rata panjang tanaman
melon yang disajikan pada Tabel 2. Hasil
uji DMRT 5%.
95
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...Table 2. Panjang Tanaman (Cm)
Perlakuan
Panjang Tanaman (cm)
14 HST 28 HST 42 HST
Interaksi pupuk MKP dan POC
V0 P0 25.61 bc 76.78 a 133.83 a
V0 P1 25.67 bcd 89.50 g 181.89 bc
V0 P2 26.23 cd 91.28 h 193.00 cd
V1 P0 27.06 d 88.44 f 175.22 bc
V1 P1 25.97 bcd 86.17 e 170.89 bc
V1 P2 25.95 bcd 92.83 i 187.33 c
V2 P0 26.22 cd 84.72 d 214.61 d
V2 P1 23.45 a 82.67 b 180.61 bc
V2 P2 24.79 b 83.44 c 160.89 b
DMRT 5% 0.90 1.30 15.00
Keterangan : Nilai pada tabel yang diikuti dengan huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata
berdasarkar uji DMRT 5%.
Berdasarkan tabel tersebut interaksi
perlakuan menunjukkan adanya pengaruh
sangat nyata tehadap tinggi tanaman pada
semua umur pengamatan. Hasil kombinasi
perlakuan pupuk MKP dan POC pada 14
HST menunujukan hasil dengan nilai
paling tinggi adalah perlakuan V1P0
dengan hasil pertumbuhan yaitu 27,06 cm,
pada umur 28 HST hasil terbaik diperoleh
pada perlakuan V1P2 dengan hasil
pertumbuhan 92,83 cm dan untuk usia 42
HST diperoleh hasil terbaik pada
perlakuan V2P0 dengan hasil 214,61 cm.
hal ini diduga karena penggunaan
kombinasi pupuk MKP dan POC
memenuhi kebutuhan unsurhara N yang
dapat mempengaruhi pertumbuhan
panjang tanammkan melon. Menurut
Suryatna (2011), apabila unsur hara makro
dan mikro cukup tersedia bagi tanaman,
maka proses pembentukan dan
perombakan dalam sel tanaman berjalan
cepat pada tanaman yang aktif tumbuh,
sehingga terjadi pembetukan sel-sel
dan jaringan-jaringan yang cepat pula
ditandai dengan pertambahan tinggi
tanaman, jumlah daun serta terbentuknya
bunga dan buah.
Perlakuan tunggal pupuk V (dosis
pupuk MKP) mendapatkan hasil sangat
nyata pada semua umur pengamatan (14
HST, 28 HST dan 42 HST), hal ini diduga
karena perlakuan dosis pupuk MKP sudah
memenuhi kebutuhan unsur hara pada
tanaman. Menurut Venita dan Armani
(2007), nitrogen merupakan salah satu
unsur yang dibutuhakan dalam jumlah
relatif besar setiap tahap pertumbuhan,
khususnya pada masa vegetatif seperti
pertumbuhan tinggi tanaman.
Pada perlakuan tunggal P (dosis
pupuk POC) menunjukkan pengaruh
sangat nyata pada umur pengamatan 14
HST, 28 HST dan 42 HST, hal ini diduga
karna pupuk POC dengan dosis
9ml/polybag mampu memberikan asupan
96
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...unsur hara N yang baik untuk mendorong
pertumbuhan tinggi tanaman melon.
Menurut Sutedjo (2010) hal ini bisa saja
berpengaruh pada menebalnya jaringan
kulit, xylem dan floem, akibat sifat dari
jairngan tanaman aktif membelah dan
berdampak pada ukuran panjang batang
tanaman. Unsur hara N memiliki peran
yang cukup penting dalam proses
pembelahan sel, pertumbuhan sel dan
jaringan tanaman, apabila proses ini
berjalan dengan baik maka pertambahan
tinggi tanaman akan berlangsung lebih
optimal.
Jumlah Daun
Data rata rata jumlah daun melon yang disajikan pada Tabel 3. Hasil uji DMRT 5%.
Table 3. Jumlah Daun (helai)
Perlakuan
Jumlah Daun (helai)
14 HST 28 HST 42 HST
Interaksi pupuk MKP dan POC
V0 P0 8.33 d 9.61 a 20.00 a
V0 P1 8.00 bc 12.39 cd 22.22 cd
V0 P2 7.97 bc 14.78 f 22.78 de
V1 P0 8.47 cd 13.17 de 21.22 b
V1 P1 7.75 ab 10.83 b 21.00 b
V1 P2 7.75 ab 13.83 ef 23.44 e
V2 P0 7.97 a 11.78 bc 21.67 bc
V2 P1 8.33 cd 12.11 cd 22.39 d
V2 P2 8.25 bc 12.00 c 22.56 de
DMRT 5% 0,19 0,74 2,10
Keterangan : Nilai pada tabel yang diikuti dengan huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata
berdasarkar uji DMRT 5%.
Hasil analisis DMRT tersebut
menunjukkan bahwa interaksi kombinasi
perlakuan pupuk MKP dan POC
memberikan hasil pengaruh sangat nyata
di semua umur pengamatan yaitu. Hasil
kombinasi perlakuan pupuk pada 14 HST
menunujukan hasil dengan nilai paling
tinggi adalah perlakuan V0P0 hasil ratarata pertumbuhan yaitu 8,33 helai, pada
umur 28 HST hasil terbaik diperoleh pada
perlakuan V0P2 dengan hasil pertumbuhan
14,78 helai daun dan di umur pengamatan
42 HST kombinasi perlakuan V2P1 dengan
rata-rata pertumbuhan daun mencapai
23,44 helai.
Perlakuan tunggal V menunjukkan
pengaruh sangat nyata pada semua umur
pengamatan. Pupuk MKP berpengaruh
nyata terhadap jumlah daun diduga
disebabkan oleh sudah sesuainya
kebutuhan N pada tanaman. Hal ini sejalan
dengan Fageria (2009), jika dosis pupuk
97
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...yang diberikan sudah mencukupi
kebutuhan tanaman, tambahan pupuk tidak
akan memberikan efek signifikan, karena
tanaman tidak dapat menyerap nutrisi
secara berlebihan.
Menurut Lingga dan Marsono
(2009), pupuk organik sangat besar
peranannya dalam meningkatkan
ketersediaan unsur hara, terutama N dan P
yang menunjang pembentukan daun pada
tanaman. Kedua unsur hara ini berperan
dalam pembentukan sel-sel baru dan
komponen utama penyusun senyawa
organik dalam tanaman yang
mempengaruhi pertumbuhan dan
pembentukan daun pada tanaman.
Diameter Batang
Hasil analisis DMRT tersebut
menunjukkan bahwa interaksi kombinasi
perlakuan pupuk MKP dan POC
memberikan pengaruh sangat nyata di
umur pengamatan 14 HST, 28 HST dan
42. Hasil kombinasi perlakuan pupuk
MKP dan POC pada 14 HST menunujukan
hasil dengan nilai paling tinggi adalah
perlakuan V1P2 dengan rata-rata
pertumbuhan yaitu 4,98 mm, pada umur
28 HST hasil terbaik diperoleh pada
perlakuan V0P1 dengan hasil pertumbuhan
5,68 mm, pada umur pengamatan 42 HST
diperoleh hasil terbaik pada perlakuan
V2P0 dengan hasil 7,15 mm. Hasil ini
diduga karena pengaruh yang kuat oleh
pupuk POC, yang dimana pupuk POC
dapat memenuhi hampir semua kebutuhan
unusur N pada tanaman. Penggunaan
pupuk organik dalam bentuk cair (POC)
merupakan salah satu terobosan yang telah
dilakukan para peneliti dalam membantu
budidaya melon (Aulia et al., 2021).
Table 4. Diameter Batang (mm)
Perlakuan
Diameter Batang (mm)
14 HST 28 HST 42 HST
Interaksi pupuk MKP dan POC
V0 P0 4.66 cd 5.28 bc 6.67 a
V0 P1 4.61 c 5.68 d 6.98 b
V0 P2 4.74 de 5.32 bc 6.73 ab
V1 P0 4.89 f 5.27 b 6.74 ab
V1 P1 4.83 ef 4.86 a 6.57 a
V1 P2 4.98 f 5.38 bcd 6.74 ab
V2 P0 4.77 e 5.60 cd 7.15 b
V2 P1 4.29 b 5.38 bcd 6.79 ab
V2 P2 4.15 a 5.57 cd 7.10 b
DMRT 5% 0,06 0,22 0,27
Keterangan : Nilai pada tabel yang diikuti dengan huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata
berdasarkar uji DMRT 5%.
98
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...Hal ini diduga karena dosis yang diberikan
sudah sesuai dengan kebutuhan tanaman
melon, Fosfor (P) dan kalium (K) yang
terkandung dalam MKP berfungsi
mendukung proses metabolisme yang
berkaitan dengan energi (seperti
pembentukan ATP) dan ketahanan
tanaman terhadap stres, tetapi tidak secara
langsung merangsang elongasi batang
(Havlin et al., 2013).
Perlakuan tunggal pupuk POC
mendaptkan hasil nyata pada semua umur
pengamatan, Sifat pupuk POC yang cair
dan mudah menyebar di tanah diduga
menjadi faktor utama berpengaruhnya
pupuk POC pada penelitian ini.
Penggunaan pupuk organik dalam bentuk
cair (POC) merupakan salah satu
terobosan yang telah dilakukan para
peneliti dalam membantu budidaya melon
(Aulia et al., 2021). Dari kutipan tersebut
membuktikan bahwa penggunaan pupuk
organik cair cukup efisien dalam
mempengaruhi pertumbuhan tanaman
melon.
Variabel Pengamatan Hasil Tanaman
Tabel 5. Jumlah Buah Per Tanaman
Perlakuan Bobot Buah Per
Tanaman (g) Diameter Buah Brix (%) Brangkasan (g)
Interaksi pupuk MKP dan POC
V0 P0 926.44 a 38.54 a 8.00 a 403.00 e
V0 P1 1061.28 de 40.19 b 8.83 de 284.22 a
V0 P2 1055.72 cd 41.06 bc 9.17 cd 359.89 d
V1 P0 1068.33 e 40.75 bc 9.38 b 272.67 a
V1 P1 1027.17 b 40.53 bc 9.56 cd 367.05 d
V1 P2 1051.00 c 40.25 b 9.72 bc 302.00 b
V2 P0 1111.72 g 41.39 c 10.11 fg 431.94 f
V2 P1 1251.22 h 44.56 d 10.33 g 428.38 f
V2 P2 1097.06 f 41.14 bc 10.72 ef 328.50 c
DMRT 5% 29,68 0,39 0,17 8,23
Keterangan : Nilai pada tabel yang diikuti dengan huruf yang berbeda menunjukkan berbeda nyata
berdasarkar uji DMRT 5%.
Bobot Buah Per Tanaman
Data rata rata bobot buah per
tanaman tomat yang disajikan pada Tabel
7. Hasil uji DMRT 5%.
Kombinasi perlakuan V (pupuk
MKP) dan P (pupuk POC) menunjukkan
adanya interaksi sangat nyata pada hasil
panen berat melon, nilai terbaik pada
kombinasi perlakuan VP diperoleh pada
perlakuan V2P1 (9gr MKP dan 6ml POC)
dengan hasil rerata berat melon adalah
1251,22 g. Didapatkan hasil sangat nyata
dalam variabel pengamatan berat melon
perpetak diduga karena kombinasi pupuk
MKP dan POC mampu memenuhi
kebutuhan unusur hara yang dibutuhan
melon untuk membentuk buah. Hal ini
sejalan dengan penelitian Asjinar (2013),
menyatakan bahwa pemberian, pupuk
phosphor dan kalium dengan konsentrasi
dan waktu yang tepat dapat menaikkan
produksi tanaman dan kadar protein yang
akan meningkatkan bobot buah melon.
99
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...Pada perlakuan tunggal pupuk
MKP menunjukkan hasil berbeda nyata,
hal ini diduga karena konsentrasi pupuk
MKP yang diberikan mampu memenuhi
kebutuhan unsur phosphor dan kalium,
sehingga dapat diserap dengan optimal
oleh tanaman. Hal ini didukung oleh
pendapat Bazaz et. al (2022), translokasi
fosfat ke buah melon dipengaruhi oleh
unsur kalium.
Perlakuan tunggal P (pupuk POC)
mendaptkan hasil yang nyata, Hal ini
sejalan dengan penelitian yang dilakukan
Hadi (2019) dalam Susilo (2020), yang
menyatakan bahwa peranan fosfor dapat
mempercepat pembungaan dan pengisian
buah, biji atau gabah serta meningkatkan
produksi tanaman. Ketersediaan nutrisi
bagi tanaman sangat penting untuk proses
pertumbuhan tanaman, unsur hara yang
terkandung didalam tanah, diimbagi
pemberian pupuk dengan dosis yang tepat
dapat membantu memaksimalkan bobot
buah melon saat waktu panen tiba.
Diameter Buah
Hasil Analisis Menunjukkan bahwa
interaksi perlakuan V (dosis pupuk MKP)
dan P (dosis pupuk POC) memberikan
pengaruh sangat nyata terhadap variabel
pengamatan keliling buah melon, nilai
terbaik pada kombinasi perlakuan VP
diperoleh pada perlakuan V2P1 (9gr MKP
dan 6ml POC) dengan hasil rerata berat
melon adalah 44.56cm. Diduga unsur hara
kalium dapat meningkatkan distribusi
asimilat sehingga sumber cadangan
makanan meningkat dan memacu
pertumbuhan serta perkembangan buah
lebih maksimal.. Hasil asimilasi tanaman
tersimpan dalam bentuk cadangan
makanan seperti buah, sehingga dapat
meningkatkan ukuran buah. Jika buah
yang semakin besar maka lebarnya akan
semakin besar juga (Ayu dkk., 2017).
Pada perlakuan tunggal V (pupuk
MKP) didapatkan hasil berbeda nyata
dengan perlakuan V2 (9gr/tanaman)
sebagai perlakuan dengan hasil paling
tinggi, yaitu sebesar 42.36cm. Menurut
Simanungkalit et al. (2013) kalium dan
fosfor sangat diperlukan dalam
pembentukan buah. Unsur kalium
memiliki keterlibatan pada masa generatif
pada tanaman, berperan pada besaran
diameter dan juga berat buah melon.
Perlakuan tunggal P (pupuk POC)
mendaptkan hasil yang nyata, dengan hasil
terbaik pada perlakuan P1 dan didapatkan
hasil sebesar 41,76cm. Hal ini diduga
karena terpenuhinya unsur yang
dibutuhkan tanaman melon saat masa
pemben tukan buah. didukung oleh
pernyataan Jamilah et.,al (2013) POC
mengandung unsur hara makro dan mikro
ensensial N, P, K, S, Ca, Mg, Cu, Fe, Mn
dan bahan organik yang dibutuhkan
tanaman.
Brix (%)
Hasil Analisis Menunjukkan bahwa
interaksi perlakuan V (dosis pupuk MKP)
dan P (dosis pupuk POC) memberikan
pengaruh sangat nyata terhadap variabel
pengamatan., nilai terbaik pada perlakuan
V2P1 (9gr MKP dan 6ml POC) dengan
hasil rerata berat melon adalah 10.33%. hal
ini diduga karena unsur Kalium yang
terkandung pada pupuk MKP yang dapat
memaksimalkan kadar kemanisan pada
buah melon. Sejalan dengan pendapat
Ramadani et al. (2022) bahwa unsur
kalium dapat membantu perombakan
karbohidrat menjadi gula sehingga mampu
meningkatkan rasa manis pada buah.
Unsur hara kalium berfungsi untuk
mengangkut karbohidrat sebagai
katalisator dalam pembentukan protein dan
meningkatkan kadar gula dalam buah
(Wardhani et al, 2016).
Tetapi, berdasarkan deskripsi
varietas melon Alina F1 kadar brix yang
tertera sebesar 13%. Jika dibandingkan,
hasil perolehan kadar brix pada penelitian
ini tergolong rendah. Hal ini bisa
disebabkan oleh kurangnya intensitas
cahaya matahari akibat tingginya curah
100
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...hujan saat masa taman pada penelitian ini,
yaitu dibulan Januari-Maret 2025.
Pendapat ini didukung oleh pernyataan
Maulani (2019) bahwa tingginya curah
hujan dapat menurunkan tingkat
kemanisan buah, begitupun sebaliknya jika
curah hujan hujan yang rendah pada fase
tertentu dapat menurunkan kandungan air
yang ada pada buah sehingga rasa buah
menjadi lebih manis. Sinar matahari juga
turut mempengaruhi tingkat kemanisan
pada buah, karena proses fotosintesis pada
tanaman dapat terjadi secara maksimal
apabila intensitas sinar matahari muncul
dengan optimal di setiap harinya.
KESIMPULAN
Terjadi interaksi antara dosis pupuk MKP
dan POC di semua variabel pengamatan
pertumbuhan dengan hasil terbaik pada
perlakuan V1 P2 (6gr MKP dan 9ml POC).
Perlakuan tunggal dosis pupuk MKP
berpengaruh nyata pada di semua
pengamatan variabel hasil (bobot buah,
diameter buah dan tingkat brix) dengan
dosis paling optimal di perlakuan tunggal
V2 (9g/tanaman). Perlakuan tunggal dosis
pupuk POC berpengaruh nyata di semua
variabel pengamatan pertumbuhan
(panjang tanaman, jumlah daun dan
diameter batang), perlakuan tunggal
paling optimal diperoleh pada perlakuan
tunggal P2 (9ml/tanaman). Penggunaan
dosis pupuk yang tepat dapat membantu
pertumbuhan tanaman menjadi lebih
optimal dan maksimal.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan Terimakasih kepada
banyak pihak yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu. Terimakasih telah
terlibat dalam penyempurnaan penelitian
sampai dengan done.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, T., Podesta, F., Hayati, R., &
Fitriani, D. (2022). Respon
Pertumbuhan dan Hasil Melon
(Cucumis melo L.) Terhadap
Pemberian Pupuk Organik Cair
dan Pemangkasan Buah.
Agriculture, 17(1), 78-85.
Augustien, N., & Suhardjono, H 2023,
‘Fisiologi Media Tanaman
Berbasis Sampah Organik’ . Uwais
Inspirasi Indonesia.
Aulia1, M. P., Aji, R. W., and Juhariah, J.
2021.Organoleptics Test For
Melon Cultivation With Chlorella
Pyrenoidosa Microagae Based
Fertilizer. INTERNATIONAL
JOURNAL OF MULTI SCIENCE.
VOL 1 NO 12 TH, MARCH 2021
Ayu, J., T. E. Sabli, dan Sulhaswardi.
2017. Uji Pemberian Pupuk NPK
Mutiara dan Pupuk Organik Cair
NASA Terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Tanaman Melon (Cucumis
melo L.). Jurnal Dinamika
Pertanian. 31 (1) : 103-114.
Badan Pusat Statistik. (2024). Produksi
Tanaman Buah – Buahan.
https://www.bps.go.id/id/statisticstable/2/NjIjMg==/produksi-tanamanbuah- buahan.html diakses pada
tanggal 25 september 2024.
Bazaz, H. A. Armita, D., dan Koesriharti.
2022. Pengaruh Penjarangan Buah
dan Pemupukan Kalium terhadap
Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas
Melon (Cucumis melo L.). Jurnal
Produksi Tanaman. 10(7): 388-394
Fageria, N. K., & Press, C. 2009. The use
of nutrients in crop plants. Cereal
Res Commun, Vol 37, Hal 149-
150
101
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...Havlin, J. L., Beaton, J. D., Tisdale, S. L.,
& Nelson, W. L. 1999. Soil
fertility and fertilizers: an
introduction to nutrient
management.
Istiqomah, Nurul, Mahdiannoor, dan Fetty
Asriati. (2016). “Pemberian
Berbagai Konsentrasi Pupuk
Organik Cair (POC) Terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Padi Ratun
.” Ziraa'ah, 41:296-303.
Jamilah, Ediwirman dan Milda Ernita.
2013. Pupuk Organik Cair C.
Odorata dan Sabut Kelapa
Menggantikan Penggunaan Pupuk K
Untuk Meningkatkan Hasil Padi
Ladang. Prosiding Seminar Nasional
Ketahanan Pangan. Politani
Payakumbuh.
Lingga, P. Dan Marsono. (2009)
Petunjuk Penggunaan Pupuk.
Penebar Swadaya.
Jakarta. 163 hal.
Maulani, N, W. (2019). Pengaruh
Kombinasi Dosis Pupuk Organik
Dan Pupuk Kalium Terhadap
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman
Melon (Cucumis melo L)Varietas
Madesta F1. Jurnal Agrorektan, 6(2),
59-76.
Prayuda, G. D, Ali, F., Erfa, L., Kartina,
R., & Sesanti, R. N. (2024). Produksi
Dan Kualitas Melon (Cucumis melo
L.) Pada Konsentrasi Dan Waktu
Pemberian Pupuk Mono Kalium
Phospate (MKP). Journal of
Horticulture Production Technology,
2(1),16-27.
Ramadani, T., Jumini, dan Nurhayati.
2022. Pengaruh Dosis Kompos dan
KNO3 terhadap Pertumbuhan dan
Hasil Tanaman Melon (Cucumis
melo L.). J. Ilmiah Mahasiswa
Pertanian 7(1): 1-8
Simanungkalit, P., Jasmani, G., dan Toga,
S. 2013. Respon Pertumbuhan dan
Produksi Tanaman Melon (Cucumis
melo L.) terhadap Pemberian Pupuk
NPK dan Pemangkasan Buah. J.
Online Agroteknologi 1 (2): 238-
248.
Suryatna. 2011. Pupuk dan Pemupukan.
Malton Putra. Jakarta.
Susilo, H.S. 2020. Budidaya Melon
Golden Sistem Penyiraman Otomatis
Berbasis Polybag di Desa
Banjaragung Kec. Rengel Kab.
Tuban. Jurnal Pengabdian Polinema
Kepada Masyarakat 7(1).
Sutedjo,H. 2010. Petunjuk Penggunaan
Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hal 3-6.
Venita, Y., & Armaini. (2007). Pengaruh
Bokhasi Dan Nitrogen Dalam
Meningkatkan Kualitas Bibit Cabai
Merah Di Pembibitan. Wijiyanti, N.,
& Soedradjad, R
Wardhani, F. R., Islami, T., dan Thamin,
H. 2016. Pengaruh Pemberian
Jenis Pupuk dan Waktu
Pengendalian Gulma ada
Pertubuhan dan Hasil Tanaman
Jagung Manis (Zeamays
saccharata). Jurnal Produksi
Tanaman. 4(6): 462-467.
102
Triyono et. al., The Effect of Applying MKP...