MANUSKRIP+FINAL_D006_36-44 - Document to Flipbook
Published on Sep 28, 2026
Description:
JURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
36
Memetakan Pertumbuhan dan Fokus Tematik
Penelitian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD):
Analisis Bibliometrik
Ayu Bhujangga Agung Sukma Pratiwi1*
, Ni Putu Intan Ari Canti1
, Lisma Dewi1
, Ni Made Bella
Amelia Putri1
, Ni Putu Tiara Kusuma Dewi1
, Ni Komang Diah Eka Witantri1
, Ni Made Diah
Listyaningrum1
, Bellyna Putri Annisa Rahmadhani1
, I Gusti Ayu Dara Pebriyanti1
1 Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana,
Indonesia
* Penulis Korespondensi: [email protected]
ABSTRAK: Gastroesophageal reflux disease (GERD), merupakan keadaan di mana asam lambung
mengalir naik menuju kerongkongan. Sebuah studi global yang dilakukan pada tahun 2020
memperkirakan bahwa sekitar 13,98% populasi dunia menderita GERD. Untuk menganalisis tren
publikasi ilmiah terkait GERD, dilakukan penelitian bibliometrik untuk memeriksa pertumbuhan dan
fokus penelitian GERD dari tahun 2004 hingga 2024. Penelitian ini mengambil literatur dari basis data
PubMed menggunakan perangkat lunak Publish or Perish. Pada tanggal 10 April 2024, pencarian
dilakukan dengan menggunakan "GERD" sebagai kata kuncinya dan sudah sama dengan kriteria "judul
dan kata kunci". Berkas yang diperoleh disimpan dalam format ".ris" dan diproses menggunakan
perangkat lunak VOSviewers untuk pemetaan bibliometrik. Pemetaan ini terdiri dari tiga visualisasi yaitu
jaringan, overlay, dan kepadatan. Pencarian menghasilkan 601 hasil data dari tahun 2014-2024, dan enam
klaster diperoleh untuk menunjukkan hubungan antara topik yang berbeda dengan menggunakan
VOSviewer. Hasilnya menunjukkan bahwa kata kunci "GERD" memiliki kepadatan tertinggi dan
setelahnya di ikuti oleh kata kunci "study", dan "disease" Berdasarkan analisis bibliometrik terhadap
peneliti atau penulis, Edoardo Savarino ditemukan sebagai yang paling produktif dalam menghasilkan
publikasi ilmiah, dan negara Italia sebagai negara dengan jumlah peneliti terbanyak.
KATA KUNCI: Bibliometrik, Gastroesophageal reflux disease, GERD, Publish or Perish, VOSviewer.
1. PENDAHULUAN
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah salah satu kondisi kronis yang terjadi
saat asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan mengakibatkan gejala-gejala yang
tidak nyaman seperti nyeri ulu hati dan regurgitasi atau menyebabkan esofagitis erosif. Sebuah
studi global pada tahun 2020 memperkirakan bahwa 13,98% populasi menderita GERD.
Menariknya, sebuah analisis di Asia pada tahun yang sama 2020 menunjukkan peningkatan
prevalensi GERD. Prevalensi GERD meningkat dari 11,0% menjadi 15,0% dari tahun 2000-
2009 hingga 2010-2019 (Lee et al., 2024).
Terdapat tiga kategori GERD, yaitu penyakit refluks nonerosif atau nonerosive reflux
disease (NERD), esofagitis erosif atau erosive esophagitis (EE), dan esofagus Barrett atau
Barrett's esophagus (BE). Tekanan sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal
sphincter (LES) basal yang rendah dan relaksasi LES sementara adalah penyebab utama
GERD. GERD dapat ditangani melalui penyesuaian rutinitas harian, seperti perubahan pola
makan, manajemen berat badan, dan berhenti merokok. Selain itu, obat-obatan seperti antasida,
penghambat H2, dan PPI dapat digunakan untuk meredakan penyakit GERD (Cha et al., 2023).
Meskipun telah dilakukan penelitian selama puluhan tahun, masih banyak kesenjangan dalam JURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
37
pengetahuan tentang GERD. Oleh karena itu, penyakit ini telah menjadi subjek yang menarik
untuk penelitian lebih lanjut. Meskipun ada banyak literatur tentang GERD, akan menjadi
tantangan besar bagi para peneliti untuk mengidentifikasi kualitas publikasi ilmiah. Penelitian
yang komprehensif diperlukan untuk mengembangkan strategi yang efektif untuk mencegah
dan mengobati GERD. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, beberapa strategi
efektif untuk mencegah dan mengobati GERD, antara lain perubahan gaya hidup, diet, dan
terapi farmakologis.
Penelitian ini menggunakan teknik bibliometrik dan visualisasi untuk menilai dan
memvisualisasikan aspek kualitatif, kuantitatif, dan kronologis yang terkait dengan bidang
penelitian yang berbeda (Zhang et al., 2022). Analisis bibliometrik adalah metode kuantitatif
untuk mengevaluasi karakteristik dan tren penelitian dalam periode tertentu dengan
menganalisis literatur akademis yang dipublikasikan (Zou et al., 2022). Penelitian ini bertujuan
untuk menyelidiki pertumbuhan dan fokus tematik penelitian GERD di PubMed dengan
menganalisis data publikasi dan membuat peta bibliometrik dengan VOSviewer. Secara
khusus, penelitian ini bertujuan untuk memetakan pertumbuhan penelitian GERD dari waktu
ke waktu, mengidentifikasi tema dan topik yang menonjol dalam domain penelitian GERD,
dan menentukan tren saat ini dan di masa depan dalam penelitian GERD.
2. METODE
Semua artikel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari basis data PubMed.
PubMed merupakan salah satu dari beberapa sumber atau platform yang menyediakan literatur
ilmiah maupun medis (Misra & Ravindran, 2022). Pengguna PubMed dapat mengakses situs
web secara gratis hanya dengan menggunakan jaringan internet. PubMed memiliki 27,5 juta
catatan, mewakili sekitar 7.000 jurnal per Oktober 2017 (Williamson & Minter, 2019).
Penelitian dilakukan pada tanggal 10 April 2024 dengan mengumpulkan data dari panel
pencarian PubMed yang terdapat dalam perangkat lunak bernama Publish or Perish. Pencarian
data dilakukan dengan memasukkan kata kunci “GERD” di panel pencarian sehingga data
artikel terkait akan muncul secara otomatis. Metode pencarian data juga dilakukan dengan
membatasi jangka waktu atau tahun penerbitan data atau artikel dari tahun 2014 hingga 2024.
Hal ini bertujuan untuk mempersempit pencarian artikel penelitian. Artikel-artikel yang
diperoleh lalu disimpan dengan memilih tombol “save results" dalam format ".ris" agar dapat
diproses oleh VOSviewer. VOSviewer merupakan perangkat lunak gratis yang menggunakan
data untuk mengeksplorasi dan membuat peta (Arruda et al., 2022). Perangkat lunak ini dapat
digunakan untuk memvisualisasikan pola jaringan atau bibliometrik hubungan dan
menyediakan tiga visualisasi peta, meliputi visualisasi jaringan (network visualization),
visualisasi hamparan (overlay visualization), dan visualisasi kepadatan (density visualization)
(Al Husaeni & Nandiyanto, 2022).JURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
38
Gambar 1. Flowchart Metode Pengambilan Data
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Area Topik Visualisasi menggunakan VOSviewer
Jumlah minimum yang digunakan dalam VOSviewer diatur ke dalam lima istilah.
Setelah dilakukan analisis menggunakan VOSviewer, diperoleh enam cluster yang
menunjukkan hubungan antara satu topik dengan topik lainnya. VOSviewer dapat
menampilkan pemetaan bibliometrik dalam tiga visualisasi yang berbeda, yaitu network
visualization (gambar 1), overlay visualization (gambar 2), dan density visualization (gambar
3). Kata kunci dilabeli dengan lingkaran berwarna. Ukuran lingkaran berkorelasi positif dengan
kemunculan kata kunci pada judul dan abstrak. Jadi ukuran huruf kata kunci dan ukuran
lingkaran ditentukan oleh frekuensi kemunculannya. Semakin sering kata kunci muncul,
semakin besar huruf dan lingkarannya.
Gambar 2. Area Topik Visualisasi VOSviewer menggunakan Network VisualizationJURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
39
Gambar 3. Area Topik Visualisasi VOSviewer menggunakan Overlay Visualization
Gambar 4. Area Topik Visualisasi VOSviewer menggunakan Density Visualization
Hasil pencarian berdasarkan judul atau abstrak diperoleh 601 hasil data dari tahun 2014-
2024 yang terdiri dari 80 dokumen pada tahun 2014, 41 dokumen pada tahun 2015, 45
dokumen pada tahun 2016, 54 dokumen pada tahun 2017, 51 dokumen pada tahun 2018, 42
dokumen pada tahun 2019, 63 dokumen pada tahun 2020, 63 dokumen pada tahun 2021, 56
dokumen pada tahun 2022, 77 dokumen pada tahun 2023, dan 29 dokumen pada tahun 2024.
Hasil pencarian untuk artikel adalah biography (9), case reports (21), clinical trial (13),
comparative study (23), editorial (25), journal article (432), surat (45), meta analisis (4), studi
multisenter (3), dan lainnya.
Gambar 2 adalah visualisasi jaringan yang menunjukkan bahwa ada 641 item yang
diwakili oleh label dan lingkaran. Ukuran lingkaran ditentukan oleh jumlah item yang
diperoleh. Dapat dilihat bahwa terdapat enam cluster, yaitu cluster 1 (merah) dengan kata kunci
seperti GERD, disease, esophagus, diagnosis, literature, dan drug; cluster 2 (hijau) berisi kata
kunci seperti patient, GERD patient, presence, sensitivity, association, response; cluster 3
(biru) berisi kata kunci seperti treatment, therapy, quality, outcome, improvement; cluster 4
(goldenrod) berisi kata kunci seperti study, year, score, population, prevalence, history; cluster
5 (ungu) berisi kata kunci seperti surgery, time, month, complication, obesity; dan cluster 6 JURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
40
(cyan) berisi kata kunci seperti group, week, assessment, dose, difference. Hal ini menunjukkan
hubungan antara satu jurnal dengan jurnal lainnya. Semakin dekat jarak garis antara satu jurnal
dengan jurnal lainnya, semakin kuat hubungannya.
Gambar 3 menunjukkan tren dari tahun ke tahun terkait penelitian ini. Semakin terang
warna yang ditampilkan, maka semakin baru tahun rilis penelitian tersebut. Dari data yang
kami buat, jumlah publikasi meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah publikasi yang
paling signifikan adalah pada tahun 2019. Gambar 4 menunjukkan kedalaman penelitian yang
telah dilakukan pada subjek tertentu. Semakin pekat warna yang muncul, maka semakin
banyak penelitian yang telah dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa penelitian dengan kata
kunci "GERD" memiliki kepadatan paling tinggi dibandingkan dengan kata kunci lainnya. Itu
berarti lebih banyak penelitian atau artikel yang telah diterbitkan dengan kata kunci khusus ini.
3.2. Visualisasi Penulis Penelitian
Metode yang digunakan untuk menghitung data adalah penghitungan penuh, yang
berarti bahwa setiap penulis yang terlibat dalam suatu publikasi akan mendapatkan kredit
penuh atas publikasi tersebut terlepas dari berapa banyak penulis lain yang terlibat.
Berdasarkan data pada Tabel 1, jumlah minimal dokumen pada setiap penulis ditetapkan
sebanyak lima dokumen. Hal ini menunjukkan hanya penulis yang memiliki minimal lima
publikasi yang berkaitan dengan topik penelitian GERD yang akan diikutsertakan dalam
visualisasi yang ditampilkan. Berdasarkan data yang tersedia, dapat dilihat bahwa mayoritas
peneliti berasal dari Italia dengan satu pengecualian yaitu C. Prakash Gyawali yang berasal
dari Amerika Serikat. Peneliti dengan jumlah dokumen terbanyak adalah Edoardo Savarino
dengan 27 dokumen, diikuti oleh Marzio Frazzoni dan Nicola de Bortoli yang memiliki
masing-masing 12 dokumen, serta Mentero Riboli dengan 16 dokumen, yang masing-masing
peneliti tersebut berasal dari Italia.
Kriteria ini diterapkan dengan tujuan untuk memastikan bahwa penulis yang nantinya
ditampilkan pada visualisasi hanya penulis yang cukup produktif dan memiliki kontribusi
signifikan dalam topik penelitian tersebut, dengan mempertimbangkan juga latar belakang
geografis mereka yang didominasi oleh peneliti dari Italia. Pemetaan yang divisualisasikan
juga hanya diperuntukkan bagi peneliti yang mempunyai hubungan linier dengan peneliti lain,
yang mungkin mencerminkan kolaborasi Internasional mengingat adanya peneliti dari
Amerika Serikat. Selain itu, kriteria ini diterapkan untuk memetakan jaringan kolaborasi dan
keterikatan antara para peneliti dalam bidang tersebut dengan menampilkan peneliti yang
terhubung dalam topik penelitian GERD, sehingga visualisasi yang ditampilkan dapat
memberikan gambaran yang lebih jelas tentang cluster peneliti yang bekerja sama atau
memiliki minat penelitian yang serupa, baik dalam konteks Nasional Italia maupun kolaborasi
Internasional.
Tabel 1. Daftar Penulis Kajian GERD di VOSviewer
Peneliti Negara Dokumen Total Link
Savarino, edoardo Italia 27 78
Frazzoni, marzio Italia 12 46
Bortoli, nicola de Italia 12 41
Riboli, mentore Italia 16 37
Cicala, michele Italia 11 29JURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
41
Tolone, salvatore Italia 11 27
Marabotto, elisa Italia 6 26
Gyawali, c prakash Amerika Serikat 9 25
Savarino, vincenzo Italia 7 24
Bonaldi, marta Italia 5 20
Visulisasi mengenai jaringan keterhubungan sesama peneliti terlampir pada Gambar 5.
Pada gambar tersebut diketahui bahwa setiap node yang terdapat pada visualisasi jaringan
menunjukkan seorang peneliti atau penulis, sedangkan edge atau garis yang menghubungkan
antar node menunjukkan adanya hubungan antar peneliti atau penulis. Sekumpulan node yang
dihubungkan dengan edge yang menjelaskan bahwa terdapat hubungan antar peneliti atau
penulis dalam bidang GERD. Node yang berukuran paling besar pada analisis bibliometrik
yang didasarkan pada peneliti atau penulis adalah Edoardo Savarino. Node yang berukuran
lebih besar tersebut merepresentasikan seorang peneliti atau penulis yang sangat produktif
dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Ukuran node yang besar juga dapat mencerminkan
peneliti atau penulis dengan publikasi yang paling banyak dikutip atau memiliki nilai sitasi
yang tinggi. Selain itu, ukuran node yang besar mengidentifikasikan bahwa peneliti atau
penulis memiliki kolaborasi yang luas dengan peneliti atau penulis lainnya serta menunjukkan
bahwa penulis memiliki peran sentral atau posisi penting dalam jaringan penelitian tentang
GERD.
Gambar 5. Visualisasi Jaringan di Co-Authoring
Gambar 6 menunjukkan visualisasi overlay yang memetakan jejak historis dari setiap
peneliti atau penulis. Warna pada setiap node tersebut menandakan bahwa penelitian telah
dilakukan pada waktu tertentu. Sedangkan, edge menunjukkan adanya hubungan antar peneliti
atau penulis. Semakin gelap warna yang dimilki oleh suatu node menandakan bahwa penelitian
tersebut telah dilakukan di waktu yang lampau dan semakin terang warna yang dimiliki oleh
node mengindikasikan bahwa penelitian tersebut lebih mutakhir. Pada visualisasi tersebut
warna node yang paling gelap (ungu) mempresentasikan tahun 2018 dan yang paling terang
(kuning) mempresentasikan tahun 2021. Sehingga, dapat dikatakan bahwa penelitian yang
dilakukan oleh Vela, Marcelo F dikutip oleh Vaezi, Michael F dalam penelitiannnya. Hal ini
dikarenakan edge pada kedua penelitian tersebut saling terhubung dan warna node yang
dimiliki oleh Vela, Marcelo F lebih gelap daripada warna node yang dimiliki oleh Vaezi,
Michael F. Contoh lainnya juga dapat dilihat pada penelitian yang telah dilakukan olehJURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
42
Savarino, Edoardo dan Chen, Chien-Lin, di mana edge pada kedua penelitian tersebut saling
terhubung dan warna node yang dimiliki oleh Savarino, Edoardo lebih gelap dibandingkan
dengan node dan edge yang dimiliki oleh Chen, Chien-Lin. Hal ini berarti bahwa penelitian
yang dilakukan oleh Savarino, Edoardo dikutip oleh Chen, Chien-Lin dalam penelitiannya.
Gambar 6. Visualisasi Overlay di Co-Authoring
Gambar 7 menunjukkan visualisasi densitas, di mana visualisasi densitas tersebut
menggambarkan adanya kelompok penelitian yang saling terkait satu sama lain dalam meneliti
GERD. Pada visualisasi tersebut terlihat bahwa penelitian yang dilakukan oleh Savarino,
Edooardo memiliki node dengan warna yang paling terang (kuning), hal ini berarti bahwa
peneliti atau penulis tersebut melakukan penelitian dengan mengutip beberapa penelitian di
area yang sama sebagai bentuk kolaborasi penelitian tentang GERD.
Gambar 7. Visualisasi Densitas di Co-Authoring
4. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa terdapat
peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi mengenai penelitian GERD dari tahun 2014
hingga 2024. Tren menunjukkan bahwa minat dan perhatian terhadap GERD semakin
meningkat, mencerminkan kesadaran yang lebih besar akan pentingnya penelitian dalam JURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
43
bidang ini. Fokus subtematik yang muncul dari analisis bibliometrik mencakup berbagai aspek,
seperti faktor risiko, intervensi terbaru, dan dampak sosial ekonomi dari GERD. Selain itu,
terdapat juga perhatian terhadap kolaborasi antara peneliti yang berkontribusi pada
pengembangan pengetahuan di bidang ini. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya terus
mendorong penelitian mengenai GERD untuk meningkatkan pemahaman tentang kondisi ini,
serta mengembangkan strategi diagnosis, pengobatan, dan pencegahan yang lebih efektif.
Dengan memahami tren penelitian dan fokus tematik yang ada, para peneliti dapat
mengarahkan upaya mereka untuk mengisi kesenjangan pengetahuan yang masih ada dalam
bidang ini. Untuk pengembangan hasil temuan, disarankan untuk melibatkan lebih banyak
kolaborasi antara peneliti dalam menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan
beragam. Selain itu, memperluas cakupan penelitian untuk melibatkan aspek-aspek baru seperti
faktor risiko, intervensi terbaru, dan dampak sosial ekonomi dari GERD juga dapat menjadi
arah penelitian yang menarik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan tinjauan
literatur (review) atau meta-analisis yang lebih mendalam untuk memetakan tren dan
menganalisis efektivitas penggunaan obat pada penyakit GERD berdasarkan evidence-based
medicine. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih
komprehensif mengenai pengobatan GERD dan untuk mengidentifikasi kesenjangan
pengetahuan yang masih ada. Penelitian longitudinal juga disarankan untuk melacak
perkembangan pasien GERD dari waktu ke waktu, serta menggali lebih dalam faktor-faktor
yang memengaruhi respons terhadap terapi yang ada. Dengan demikian, penelitian di masa
depan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih substansial dalam memperkaya
literatur ilmiah mengenai GERD dan membantu meningkatkan kualitas perawatan pasien
dengan kondisi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Al Husaeni, D. F., & Nandiyanto, A. B. D. (2022). Bibliometric Using Vosviewer with Publish
or Perish (using Google Scholar data): From Step-by-step Processing for Users to the
Practical Examples in the Analysis of Digital Learning Articles in Pre and Post Covid-19
Pandemic. ASEAN Journal of Science and Engineering, 2(1), 19–46.
Arruda, H., Silva, E. R., Lessa, M., Proença Jr., D., & Bartholo, R. (2022). VOSviewer and
Bibliometrix. Journal of the Medical Library Association, 110(3), 392–395.
Cha, B., Kim, H., Truong, V. G., Oh, S.-J., Jeong, S., & Kang, H. W. (2023). Feasibility Study
on Endoscopic Balloon-Assisted Laser Treatment (EBLT) of Gastroesophageal Reflux
Disease (GERD) in In Vivo Porcine Model. In Biomedicines (Vol. 11, Issue 6).
Lee, J., Lee, I., Oh, Y., Kim, J. W., Kwon, Y., Alromi, A., Eledreesi, M., Khalid, A., Aljarbou,
W., & Park, S. (2024). Current Status of Anti-Reflux Surgery as a Treatment for GERD.
In Medicina (Kaunas, Lithuania) (Vol. 60, Issue 3).
Misra, D. P., & Ravindran, V. (2022). An overview of the functionalities of PubMed. Journal
of the Royal College of Physicians of Edinburgh, 52(1), 8–9.
Williamson, P. O., & Minter, C. I. J. (2019). Exploring PubMed as a reliable resource for
scholarly communications services. Journal of the Medical Library Association, 107(1),
16–29.
Zhang, T., Zhang, B., Tian, W., Wei, X., Liu, J., & Tang, X. (2022). Trends in gastroesophageal
reflux disease research : A bibliometric and visualized study. Frontiers in Medicine, JURNAL ILMU FARMASI NUSANTARA
Volume 1, Nomor 1, Tahun 2024
44
29(9), 1–21.
Zou, M., Zhang, W., Xu, Y., & Zhu, Y. (2022). Relationship Between COPD and GERD: A
Bibliometrics Analysis. In International journal of chronic obstructive pulmonary disease
(Vol. 17, pp. 3045–3059).