Makalah_Wisata_Hutan_Mangrove_Karang_Kiring_Gresik

Published on Aug 24, 2026

Makalah_Wisata_Hutan_Mangrove_Karang_Kiring_Gresik

Makalah_Wisata_Hutan_Mangrove_Karang_Kiring_Gresik - PDF to Flipbook

Published on Aug 24, 2026

Description:

1 WISATA HUTAN MANGROVE KARANG KIRING, GRESIK TUGAS SURVEI MANGROVE KARANG KIRING GRESIK SMA NU 2 GRESIK 2026-2027 LAPORAN / MAKALAH WISATA2 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyusun laporan/makalah wisata ini dengan baik. Karya ini disusun untuk memberikan gambaran serta informasi mengenai keindahan dan potensi Wisata Hutan Mangrove Karang Kiring, Gresik. Melalui penulisan ini, diharapkan pembaca dapat lebih mengenal keasrian ekosistem mangrove di Karang Kiring, baik sebagai destinasi rekreasi alam maupun sebagai kawasan konservasi yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir Gresik. Kami menyadari bahwa penyusunan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Semoga karya singkat ini memberikan manfaat dan wawasan bagi kita semua.3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 2 DAFTAR ISI 3 BAB I PENDAHULUAN 4 1.1 Latar Belakang 4 1.2 Sejarah Wisata Hutan 4 1.3 Tujuan 5 BAB II PEMBAHASAN 6 2.1 Deskripsi Bagian 6 BAB III PENUTUP 8 3.1 Penutup 8 3.2 Kesimpulan 8 DOKUMENTASI 94 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, melindungi pantai dari abrasi, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis makhluk hidup. Selain itu, kawasan mangrove dapat dikembangkan menjadi tempat wisata dan sarana edukasi lingkungan. Salah satu kawasan tersebut adalah Wisata Hutan Mangrove Karang Kiring yang berada di Desa Karang Kiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kawasan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, Wisata Hutan Mangrove Karang Kiring menarik untuk dipelajari sebagai salah satu wisata alam di Kabupaten Gresik. 1.2 Sejarah Wisata Hutan Pada awalnya, kawasan Mangrove Karang Kiring bukan merupakan tempat wisata. Sekitar tahun 2010, terdapat pendopo yang digunakan oleh para nelayan dan kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai dan memancing. Sekitar tahun 2012, kawasan tersebut mulai dikembangkan menjadi wisata mangrove dengan penambahan fasilitas seperti geladak dan gazebo. Wisata Mangrove Karang Kiring kemudian pada tahun 2016, Pemerintah Desa Karang Kiring bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, dan Kelompok Sadar Wisata meresmikan secara resmi hutan mangrove tersebut menjadi kawasan ekowisata. Tokoh Pendiri dan Pihak yang Terlibat Pemerintah Desa: Diprakarsai oleh kepala desa setempat bersama Dedik Hartono selaku Kepala Desa Karang Kiring dan pengelola kawasan. Partisipasi Lokal: Didukung penuh oleh pengurus BUMDes, anggota Karang Taruna, Pokdarwis, serta komunitas nelayan lokal yang merawat dan menyulap area pesisir menjadi destinasi wisata alam di tengah kota. 1.3 Tujuan 1. Mengetahui sejarah dan perkembangan Wisata Hutan Mangrove Karang Kiring. 2. Mengetahui potensi dan manfaat kawasan mangrove bagi masyarakat serta lingkungan.5 3. Mengetahui pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove. 4. Mengenalkan Wisata Hutan Mangrove Karang Kiring sebagai salah satu wisata alam di Gresik.6 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Deskripsi Bagian Pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026, kami melakukan kegiatan eksplorasi di Hutan Mangrove Karang Kiring, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Perjalanan menuju lokasi cukup sulit karena jalannya berliku-liku dan harus melewati gang-gang kecil. Namun, berkat adanya rambu-rambu petunjuk, kami akhirnya dapat tiba di lokasi dengan selamat. Sesampainya di sana, kami berfoto bersama di pintu masuk kawasan mangrove sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri jembatan kayu untuk mengamati kondisi hutan. Hutan Mangrove Karang Kiring memiliki pepohonan yang sangat lebat, hijau, dan memberikan suasana yang sejuk serta tenang. Meskipun demikian, kami juga menemukan bahwa air di bawah kawasan mangrove sudah tercemar oleh sampah yang cukup banyak. Walaupun kondisi perairannya kurang terjaga, udara di kawasan ini masih terasa segar dan banyak pengunjung memanfaatkannya sebagai tempat memancing. Di sekitar kawasan terdapat dua kantin yang menyediakan berbagai makanan ringan dan makanan berat. Di depan kantin tampak perahu-perahu nelayan yang berjajar rapi, sementara di sepanjang jembatan tersedia beberapa gazebo kayu yang biasa digunakan sebagai tempat beristirahat oleh nelayan maupun pengunjung. Dalam kegiatan survei ini, kami juga melakukan wawancara dengan dua narasumber, yaitu seorang pengunjung bernama Mas Angga dan Koordinator Hutan Mangrove Karang Kiring, Bapak Huda. Mas Angga menjelaskan bahwa ia memilih tempat ini untuk memancing karena pernah datang ketika kawasan tersebut belum selesai dibangun dan ingin kembali merasakan pengalaman memancing di sana. Menurutnya, suasana Hutan Mangrove Karang Kiring sangat nyaman, sejuk, dan cocok untuk bersantai. Sementara itu, Bapak Huda menjelaskan bahwa tugasnya adalah mengelola serta menjaga kawasan mangrove. Beliau menyampaikan bahwa fasilitas di tempat ini masih memiliki beberapa kekurangan, seperti jembatan kayu yang masih berlubang karena proses pembangunan belum sepenuhnya selesai. Awalnya, kawasan ini dibangun oleh pemerintah daerah sebagai tempat beristirahat bagi para nelayan, tetapi seiring berjalannya waktu kawasan tersebut berkembang menjadi objek wisata yang memiliki potensi besar dan semakin ramai dikunjungi, terutama pada hari-hari libur.7 Setelah menyelesaikan kegiatan observasi dan wawancara, kami mengakhiri survei di Hutan Mangrove Karang Kiring dan kembali pulang bersama dengan membawa berbagai informasi mengenai kondisi serta potensi kawasan tersebut.8 BAB III PENUTUP 3.1 Penutup Hutan mangrove di Gresik merupakan salah satu kekayaan alam yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Keberadaannya perlu dijaga melalui kegiatan pelestarian, penanaman kembali, serta kesadaran masyarakat untuk tidak merusak ekosistem mangrove. Dengan menjaga hutan mangrove, kita turut melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan menjaga keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna. 3.2 Kesimpulan Hutan mangrove di Gresik merupakan salah satu kekayaan alam yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Keberadaannya perlu dijaga melalui kegiatan pelestarian, penanaman kembali, serta kesadaran masyarakat untuk tidak merusak ekosistem mangrove. Dengan menjaga hutan mangrove, kita turut melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan menjaga keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna.9 DOKUMENTASI KEGIATAN SURVEI Foto-foto kegiatan survei Hutan Mangrove Karang Kiring, Gresik. Dokumentasi 110 Dokumentasi 2