modul ajar ski mts borimasunggu. LEGKAP

Published on Sep 08, 2026

modul ajar ski mts borimasunggu. LEGKAP

modul ajar ski mts borimasunggu. LEGKAP - PDF to Flipbook

Published on Sep 08, 2026

Description:

MODUL AJAR MTS AL-MUBARAK BORIMASUNGU DI SUSUN OLEH HASAN BASRI 1. Fase Capaian Pembelajaran : D 2. Domain Capaian Pembelajaran : SEJARAH PERADABAN ISLAM Peserta didik mampu menganalisis misi dan strategi dakwah Rasulullah Saw. di Mekkah dan Madinah sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagai inspirasi dalam menerapkan semangat ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wataniyah dalam kebinnekaan3. Tujuan Pembelajaran : a. Melalui pembelajaran penyingkapan, peserta didik dapat menceritakan misi Nabi Muhammad Saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta b. Melalui pembelajaran penyingkapan, peserta didik dapat menjelaskan kondisia. Mengapa sejarah misi Nabi Muhammad Saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta penting dipelajari? b. Bagaimana Strategi dakwah Islam pada masa tersebut?c. Nilai apa saja yang dapat dipetik dalam sejarah tersebut? d. Apa hikmah mempelajari sejarah misi Nabi Muhammad Saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam?4. Masyarakat Mekah merespon dakwah Nabi dengan penolakan. Hanya sebagian kecil yang menerima dakwah Nabi. Para pembesar Mekah menolak ajaran Nabi dan berusaha mencegah dakwah nabi dengan bebagai cara. 5. Kunci Keberhasilan dakwah Islam dikarenakan Nabi Muhammad memiliki karakter pendukung yaitu kesabaran menghadapi ancaman, kegigihan dan keuletan dalam menyebarkan Islam, memiliki kenyakinan yang kuat, memiliki akhlak yang mulya dan selalu menghindari kemungkaran, dan mengakui kesetaraan derajat manusia. 6. Nabi Muhammad menerapkan beberapa strategi dakwah di Mekah yaitu dakwah Sirriyah sebagai cara dakwah awal-awal orang Islam masih sedikit dan belum kuat. Dan dakwah Jahr sebagai cara menyebarkan dakwah lebih luas dan pengikutnya sudah siap dengan segala resiko. Hijrah ke Habasyah sebagai cara melindungi dan memelihara nyawa dan agama pengikut Nabi dari gangguan kafir Quraisy. Hijrah ke Thaif sebagai cara mencari tempat menyebarkan yang ideal untuk menyebarkan Islam. Dan Baiat Aqabah I dan II sebagai cara Persiapan pendukung dan tempat untuk membangun basis Islam di kota Yasrib Metode Penyingkapan ( Pertemuan 1 )1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus AlQur’an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. 2) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian. 3) Guru menyajikan stimulus berupa bahan kajian awal mengenai misi Nabi Muhammad Saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta 4) Peserta didik mengidentifikasi permasalahan atau pokok kajian yang relevan dengan materi. 5) Peserta didik mencari dan mengumpulkan data tentang materi yang dikaji 6) Peserta didik mendiskusikan temuan hasil pencarian yang dapat dihubungkan dengan peristiwa yang ada di masa sekarang 7) Peserta didik membandingkan hasil diskusi antar kelompok terhadap temuan 8) Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dan kajian 9) Guru dan peserta didik melakukan refleksi terkait seluruh proses belajar yang sudah dilaksanakan 10) Guru dan peserta bersama-sama mengucapkan hamdalah dan pengakuan terhadap kekurangan dengan menyebutkan Wallahu A’lam bi al-shawab Metode Penyingkapan ( Pertemuan 2 ) 1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus AlQur’an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. 2) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian.3) Guru menyajikan stimulus berupa bahan kajian awal mengenai kondisi Mekah sebelum Islam. 4) Peserta didik mengidentifikasi permasalahan atau pokok kajian yang relevan dengan materi. 5) Peserta didik mencari dan mengumpulkan data tentang materi yang dikaji 6) Peserta didik mendiskusikan temuan hasil pencarian yang dapat dihubungkan dengan peristiwa yang ada di masa sekarang 7) Peserta didik membandingkan hasil diskusi antar kelompok terhadap temuan 8) Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dan kajian 9) Guru dan peserta didik melakukan refleksi terkait seluruh proses belajar yang sudah dilaksanakan 10) Guru dan peserta bersama-sama mengucapkan hamdalah dan pengakuan terhadap kekurangan dengan menyebutkan Wallahu A’lam bi al-shawab Metode Penyingkapan ( Pertemuan 3 ) 1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus AlQur’an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. 2) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian. 3) Guru menyajikan stimulus berupa bahan kajian awal mengenai reaksi dan respon masyarakat mekah terhadap dakwah Nabi Muhammad Saw. 4) Peserta didik mengidentifikasi permasalahan atau pokok kajian yang relevan dengan materi. 5) Peserta didik mencari dan mengumpulkan data tentang materi yang dikaji 6) Peserta didik mendiskusikan temuan hasil pencarian yang dapat dihubungkan dengan peristiwa yang ada di masa sekarang 7) Peserta didik membandingkan hasil diskusi antarkelompok terhadap temuan 8) Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dan kajian 9) Guru dan peserta didik melakukan refleksi terkait seluruh proses belajar yang sudah dilaksanakan 10) Guru dan peserta bersama-sama mengucapkan hamdalah dan pengakuan terhadap kekurangan dengan menyebutkan Wallahu A’lam bi al-shawab Metode Penemuan ( Pertemuan 4 ) 1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus AlQur’an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. 2) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian. 3) Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok 4) Peserta didik mengidentifikasi pernyataan-pernyataan mengenai cara atau strategi dakwah Nabi Muhammad Saw. di Mekah. 5) Peserta didik merumuskan hipotesis atau pertanyaan penting mengenai materi tersebut. 6) Peserta didik mengumpulkan data tentang materi yang dipelajari dari berbagai sumber belajar. 7) Peserta didik menguraikan dan menafsirkan materi yang ditemukan. 8) Peserta didik menyusun kesimpulan 9) Guru dan peserta didik melakukan refleksi terkait seluruh proses belajar yang sudah dilaksanakan 10) Guru dan peserta bersama-sama mengucapkan hamdalah dan pengakuan terhadap kekurangan dengan menyebutkan Wallahu A’lam bi al-shawab Metode Penemuan ( Pertemuan 5 )1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus AlQur’an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. 2) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian. 3) Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok 4) Peserta didik mengidentifikasi pernyataan-pernyataan mengenai keberhasilan dakwah Nabi Muhammad Saw. di Mekah 5) Peserta didik merumuskan hipotesis atau pertanyaan penting mengenai materi tersebut. 6) Peserta didik mengumpulkan data tentang materi yang dipelajari dari berbagai sumber belajar. 7) Peserta didik menguraikan dan menafsirkan materi yang ditemukan. 8) Peserta didik menyusun kesimpulan 9) Guru dan peserta didik melakukan refleksi terkait seluruh proses belajar yang sudah dilaksanakan 10) Guru dan peserta bersama-sama mengucapkan hamdalah dan pengakuan terhadap kekurangan dengan menyebutkan Wallahu A’lam bi al-shawab Metode Produk ( Pertemuan 6 ) 1) Guru membuka pelajaran dengan salam dan meminta peserta didik untuk berdoa bersama-sama, tadarus Al-Qur’an, memperhatikan kesiapan peserta didik, memeriksa kehadiran, kerapihan, dan posisi tempat duduk peserta didik. 2) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan cakupan materi, tujuan pembelajaran, dan kegiatan yang akan dilakukan, serta lingkup dan teknik penilaian. 3) Peserta didik dibagi pada kelompok yang terdiri dari 5-6 orang, sekaligus memilih ketua kelompok. 4) Peserta didik membuat bagan time line tentang perkembangan peradaban Islam pada masa dakwah Nabi Muhammad Saw 5) Peserta didik mempresentasikan hasil produk. 6) Guru dan peserta didik melakukan refleksi terkait seluruh proses belajar yang sudah dilaksanakan 7) Guru dan peserta bersama-sama mengucapkan hamdalah dan pengakuan terhadap kekurangan dengan menyebutkan Wallahu A’lam bi al-shawab a. Penanganan untuk peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yaitu menerapkan teknik bimbingan individu atau menggunakan tutor sebaya untuk membimbing peserta didik sehingga dapat mencapai capaian pembelajaran. b. Penanganan untuk peserta didik yang memiliki kecepatan belajar yaitu memberdayakan mereka menjadi tutor sebaya atau memberikan pengayaan yang bersumber dari sumber belajar yang beragam 1. Asesmen non kognitif berupa instrumen sikap 2. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif), berupa penugasan penemuan informasi dan hasil diskusi dan penyusunan bagan bergambar(terlampir) 3. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif), berupa test tertulis (essay) (terlampir)